Hujan Deras Picu Tanah Longsor di Filipina, 25 Tewas
Selasa, 12 April 2022 - 05:52 WIB
loading...
Hujan Deras Picu Tanah Longsor di Filipina, 25 Tewas. FOTO/Reuters
A
A
A
MANILA - Hujan lebat yang disebabkan oleh depresi tropis musim panas menewaskan sedikitnya 25 orang di Filipina tengah dan selatan, sebagian besar karena tanah longsor. Demikian diungkapkan para pejabat Filipina, Senin (11/4/2022).
“Dua puluh dua penduduk desa tewas dalam bencana tanah longsor di empat desa di kota Baybay, di provinsi Leyte tengah pada hari Minggu dan Senin,” kata kepala polisi kota, Letnan Kolonel Joemen Collado.
Baca: BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Timur Laut Filipina, Begini Dampaknya
“Setidaknya enam orang lainnya dilaporkan hilang dalam bencana tanah longsor dan pencarian sedang dilakukan,” lanjutnya, seperti dikutip dari AP.
Tiga kematian terkait badai lainnya dilaporkan oleh Badan Tanggap Bencana Utama pemerintah di provinsi selatan Davao de Oro dan Davao Oriental.
“Di satu desa, tanah longsor terjadi dan korban lainnya, sayangnya, juga hanyut oleh gelombang air,” kata Collado kepada jaringan radio DZBB. "Setidaknya ada enam yang hilang tetapi mungkin ada lebih banyak lagi," tambahnya.
Hampir 200 banjir dilaporkan terjadi di berbagai daerah di provinsi tengah dan selatan selama akhir pekan, menggusur sekitar 30.000 keluarga, beberapa di antaranya dipindahkan ke tempat penampungan darurat, kata para pejabat.
“Dua puluh dua penduduk desa tewas dalam bencana tanah longsor di empat desa di kota Baybay, di provinsi Leyte tengah pada hari Minggu dan Senin,” kata kepala polisi kota, Letnan Kolonel Joemen Collado.
Baca: BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Timur Laut Filipina, Begini Dampaknya
“Setidaknya enam orang lainnya dilaporkan hilang dalam bencana tanah longsor dan pencarian sedang dilakukan,” lanjutnya, seperti dikutip dari AP.
Tiga kematian terkait badai lainnya dilaporkan oleh Badan Tanggap Bencana Utama pemerintah di provinsi selatan Davao de Oro dan Davao Oriental.
“Di satu desa, tanah longsor terjadi dan korban lainnya, sayangnya, juga hanyut oleh gelombang air,” kata Collado kepada jaringan radio DZBB. "Setidaknya ada enam yang hilang tetapi mungkin ada lebih banyak lagi," tambahnya.
Hampir 200 banjir dilaporkan terjadi di berbagai daerah di provinsi tengah dan selatan selama akhir pekan, menggusur sekitar 30.000 keluarga, beberapa di antaranya dipindahkan ke tempat penampungan darurat, kata para pejabat.
Lihat Juga :