Turki Curigai Konspirasi di Balik Ranjau Laut Hitam

Senin, 11 April 2022 - 16:41 WIB
loading...
A A A
Dia bersikeras bahwa Ankara akan mematuhi Konvensi Montreux, yang memungkinkan Turki mengatur lalu lintas maritim melalui selat selama masa perang.

“Kami tidak akan membiarkan kapal perang masuk ke Laut Hitam. Kami tidak akan membiarkan Laut Hitam ditarik ke dalam perang,” ujar dia.

Pasukan Turki telah mendeteksi dan menjinakkan atau menghancurkan setidaknya tiga ranjau sejak Rusia memulai serangan militernya di Ukraina pada Februari.

Banyak lagi bahan peledak semacam itu yang mungkin masih mengambang di perairan Laut Hitam.

“Kami tidak tahu siapa yang meninggalkan ranjau di Laut Hitam,” papar Akar.

Dia menambahkan, “Mereka buatan Rusia, tetapi masalah negara mana yang meninggalkannya sedang diselidiki. Ada laporan bahwa ada sekitar 400 ranjau. Kami berbicara dengan pihak berwenang Bulgaria dan Rumania. Mereka juga melakukan pemantauan.”

Kekhawatiran lain adalah cara ranjau dikerahkan. Akar mengatakan bahan peledak seperti itu biasanya dirancang untuk mengunci diri mereka sendiri ketika terlepas dari kabel yang menahan mereka pada posisinya, tetapi tidak demikian halnya dengan ranjau yang ditemukan dalam beberapa pekan terakhir.

“Jadi bisa saja dibiarkan seperti itu dengan sengaja. Kami sedang menyelidiki,” papar dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Kontroversi Wilton Sampaio:...
Kontroversi Wilton Sampaio: Wasit Brasil yang Keluarkan 3 Kartu Merah
Comeback Dramatis, Korea...
Comeback Dramatis, Korea Selatan Tekuk Republik Ceko 2-1
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
Berita Terkini
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved