Turki Curigai Konspirasi di Balik Ranjau Laut Hitam
Senin, 11 April 2022 - 16:41 WIB
loading...
A
A
A
Kiev menuduh militer Rusia melakukan berbagai kekejaman, yang oleh Amerika Serikat (AS) dan anggota NATO lainnya sebagai fakta dan disebut sebagai kejahatan perang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh pasukan Rusia meletakkan ranjau di Laut Hitam sebagai "amunisi melayang yang tidak terkendali," menciptakan "ancaman terburuk bagi keamanan internasional sejak Perang Dunia II."
Moskow telah membantah tuduhan itu, dengan mengatakan Ukraina sedang mencoba memanipulasi liputan media tentang konflik tersebut.
Faktanya, Layanan Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan bahwa Ukraina yang menempatkan bahan peledak di Laut Hitam, mengerahkan 420 ranjau jangkar "usang" di luar beberapa pelabuhannya.
Beberapa ranjau telah terlepas dari kabelnya dan dapat menimbulkan ancaman keamanan sejauh Laut Mediterania saat mereka hanyut ke selatan, FSB memperingatkan bulan lalu.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh pasukan Rusia meletakkan ranjau di Laut Hitam sebagai "amunisi melayang yang tidak terkendali," menciptakan "ancaman terburuk bagi keamanan internasional sejak Perang Dunia II."
Moskow telah membantah tuduhan itu, dengan mengatakan Ukraina sedang mencoba memanipulasi liputan media tentang konflik tersebut.
Faktanya, Layanan Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan bahwa Ukraina yang menempatkan bahan peledak di Laut Hitam, mengerahkan 420 ranjau jangkar "usang" di luar beberapa pelabuhannya.
Beberapa ranjau telah terlepas dari kabelnya dan dapat menimbulkan ancaman keamanan sejauh Laut Mediterania saat mereka hanyut ke selatan, FSB memperingatkan bulan lalu.
(sya)
Lihat Juga :