Lockdown Bikin Warga Shanghai Frustrasi dan Marah

Minggu, 10 April 2022 - 09:54 WIB
loading...
Lockdown Bikin Warga...
China melakukan tes COVID-19 massal terhadap warga Shanghai. Foto/Japan Times
A A A
BEIJING - Warga di Shanghai, China , menyatakan rasa frustrasinya atas kebijakan ketat "zero tolerance" COVID-19 di negara itu karena 26 juta orang tetap dikurung.

Shanghai adalah rumah bagi wabah virus terbesar di negara itu, dengan 23.000 kasus lokal baru dilaporkan pada hari Sabtu, menurut Associated Press. Namun, sebagian besar kasus tersebut tidak menunjukkan gejala, dengan lebih dari 1.000 orang mengalami gejala.

Meskipun demikian, China terus mempraktikkan kebijakan penguncian yang ketat, menutup kota sejak akhir bulan lalu dan melakukan inisiatif pengujian massal. Warga semakin mengeluh tentang penguncian, dengan banyak yang mengatakan mereka terjebak di rumah dan apartemen tanpa kebutuhan dasar karena panic buying dan persediaan yang terbatas di toko kelontong.



Video yang beredar di media sosial menunjukkan kekacauan saat orang-orang berebut makanan di toko atau berebut memesan barang-barang yang diperlukan melalui aplikasi, sementara yang lain meminta bantuan untuk mendapatkan obat. Dalam beberapa kasus, protokol karantina sangat ketat sehingga bahkan pemilik hewan peliharaan tidak dapat membawa anjing mereka keluar untuk menggunakan kamar mandi, menurut CNBC.

Penguncian Shanghai juga telah membatasi personel medis dan menyebabkan kekurangan staf yang signifikan di rumah sakit. Kerabat pasien di rumah sakit Perawatan Lansia Donghai Shanghai mengatakan kepada AP bahwa orang yang mereka cintai tidak menerima perawatan yang layak karena pekerja, yang telah melakukan kontak dengan virus, telah dipaksa untuk dikarantina.

Keluarga Shen Peiming yang berusia 71 tahun mengatakan kepada outlet berita bahwa dia meninggal di fasilitas itu minggu lalu karena dokter dan perawatnya tidak ada di sana untuk merawatnya. Asisten perawat terakhirnya telah dikarantina karena kontak dekat dengan kasus positif, kata seorang anggota keluarga yang tidak disebutkan namanya.



"Sudah berapa kali lockdown sejak 2020? Mereka masih belum punya pengalaman mengelola ini?" tanya kerabat itu kepada AP.

"Dulu, jika ada masalah, mereka selalu menelepon saya. Kali ini, bahkan tidak ada pesan suara, dan dia meninggal begitu tiba-tiba," imbuhnya seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (10/4/2022).
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
10 Negara Terluas di...
10 Negara Terluas di Dunia, Adakah Indonesia?
Militer China Kepung...
Militer China Kepung Taiwan untuk Simulasi Invasi Besar-besaran, AS Tak Bisa Berbuat Banyak
China Gelar Latihan...
China Gelar Latihan Militer Dekat Taiwan, AS Kirim Jet Tempur F-16 Block 70 Viper
Wanita Ini Manjakan...
Wanita Ini Manjakan Selingkuhannya dengan Barang Mewah, Sementara Suaminya Hidup Hemat
5 Strategi Baru China...
5 Strategi Baru China untuk Invasi Taiwan pada 2027, dari Dermaga yang Bisa Dipindahkan hingga Pemotong Kabel Laut
Kocak! Penerbangan United...
Kocak! Penerbangan United Airlines ke China Putar Balik setelah Pilot Sadar Dia Lupa Bawa Paspor
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
Harga Mobil dan Motor...
Harga Mobil dan Motor Bakal Gila-gilaan Akibat Tarif Baru Donald Trump
Tarif Impor Trump Jadi...
Tarif Impor Trump Jadi Mimpi Buruk Industri Otomotif China
Trump Tampar RI dengan...
Trump Tampar RI dengan Tarif Impor 32%, Sektor Industri Ini Bakal Telan Pil Pahit
Berita Terkini
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
4 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
6 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
7 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
7 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
9 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
9 jam yang lalu
Infografis
Qatar, UEA, dan Israel...
Qatar, UEA, dan Israel Gelar Latihan Militer Bersama
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved