Korut Uji Coba Rudal, China Wanti-wanti PBB Tidak Jatuhkan Sanksi
Sabtu, 09 April 2022 - 14:18 WIB
loading...
Pemimpin Korut Kim Jong-un menyaksikan langsung uji coba rudal balistik antarbenua pada Kamis (24/3/2022). Foto/KCNA via Reuters
A
A
A
BEIJING - Utusan China untuk masalah Korea Utara (Korut) Liu Xiaoming memberi sinyal Beijing enggan mendukung upaya Amerika Serikat (AS) mengejar resolusi sanksi baru untuk Pyongyang setelah melakukan uji coba rudal balistik baru-baru ini.
Xiaoming mengatakan Dewan Keamanan PBB seharusnya tidak menambahkan "bahan bakar ke api."
Xiaoming, yang baru-baru ini mengunjungi AS dan bertemu dengan koordinator Indo-Pasifik Gedung Putih Kurt Campbell, memposting di Twitter bahwa Dewan Keamanan PBB harus memainkan peran konstruktif untuk penyelesaian politik dari masalah yang terkait dengan Semenanjung Korea.
“Setiap tindakan yang diambil harus kondusif untuk de-eskalasi dan dialog, alih-alih menambahkan bahan bakar ke api,” tambahnya seperti dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (9/4/2022).
AS telah meminta China dan Rusia, keduanya anggota tetap pemegang hak veto Dewan Keamanan PBB, untuk bekerja sama dalam menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap Korea Utara, yang melakukan uji coba rudal balistik antarbenua pada Maret lalu, peluncuran pertama sejak 2017.
Namun utusan khusus AS untuk Korea Utara Sung Kim mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa dia belum bisa mengatakan "diskusi produktif" sedang berlangsung dengan kedua negara.
Xiaoming mengatakan Dewan Keamanan PBB seharusnya tidak menambahkan "bahan bakar ke api."
Xiaoming, yang baru-baru ini mengunjungi AS dan bertemu dengan koordinator Indo-Pasifik Gedung Putih Kurt Campbell, memposting di Twitter bahwa Dewan Keamanan PBB harus memainkan peran konstruktif untuk penyelesaian politik dari masalah yang terkait dengan Semenanjung Korea.
“Setiap tindakan yang diambil harus kondusif untuk de-eskalasi dan dialog, alih-alih menambahkan bahan bakar ke api,” tambahnya seperti dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (9/4/2022).
AS telah meminta China dan Rusia, keduanya anggota tetap pemegang hak veto Dewan Keamanan PBB, untuk bekerja sama dalam menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap Korea Utara, yang melakukan uji coba rudal balistik antarbenua pada Maret lalu, peluncuran pertama sejak 2017.
Namun utusan khusus AS untuk Korea Utara Sung Kim mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa dia belum bisa mengatakan "diskusi produktif" sedang berlangsung dengan kedua negara.
Lihat Juga :