Terancam China, Australia Perkuat Angkatan Udara dan Laut dengan Rudal Baru
Kamis, 07 April 2022 - 11:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Uni Eropa Jelaskan Mengapa Mereka Terus Mempersenjatai Ukraina
Australia bermaksud meningkatkan kekuatan udaranya dengan rudal udara-ke-permukaan yang lebih baik, tetapi jadwal yang direvisi sekarang menetapkan 2024 sebagai tahun target. Ini tiga tahun lebih cepat dari jadwal sebelumnya.
Negara ini juga bertujuan menyelesaikan peningkatan angkatan lautnya pada 2024, mempersenjatai fregat Kelas ANZAC dan kapal perusak Kelas Hobart dengan NSM (Naval Strike Missiles).
Rudal itu diproduksi di Norwegia oleh Kongsberg Defense & Aerospace dan menjanjikan lebih dari dua kali lipat jangkauan kapal perang Australia.
Canberra sebelumnya memberikan waktu lima tahun tambahan untuk menyelesaikan peningkatan, yang diharapkan akan selesai pada 2029.
Jadwal yang direvisi datang setelah pakta keamanan baru antara China dan Kepulauan Solomon, yang telah mengundang spekulasi tentang kemungkinan pangkalan angkatan laut China yang baru segera muncul di halaman belakang Australia.
Berbicara kepada wartawan pada Senin, Komandan Armada Pasifik AS Samuel Paparo menyebut pakta itu "sangat mengkhawatirkan" meskipun faktanya kedua negara telah menolak rencana untuk pangkalan angkatan laut semacam itu.
Australia bermaksud meningkatkan kekuatan udaranya dengan rudal udara-ke-permukaan yang lebih baik, tetapi jadwal yang direvisi sekarang menetapkan 2024 sebagai tahun target. Ini tiga tahun lebih cepat dari jadwal sebelumnya.
Negara ini juga bertujuan menyelesaikan peningkatan angkatan lautnya pada 2024, mempersenjatai fregat Kelas ANZAC dan kapal perusak Kelas Hobart dengan NSM (Naval Strike Missiles).
Rudal itu diproduksi di Norwegia oleh Kongsberg Defense & Aerospace dan menjanjikan lebih dari dua kali lipat jangkauan kapal perang Australia.
Canberra sebelumnya memberikan waktu lima tahun tambahan untuk menyelesaikan peningkatan, yang diharapkan akan selesai pada 2029.
Jadwal yang direvisi datang setelah pakta keamanan baru antara China dan Kepulauan Solomon, yang telah mengundang spekulasi tentang kemungkinan pangkalan angkatan laut China yang baru segera muncul di halaman belakang Australia.
Berbicara kepada wartawan pada Senin, Komandan Armada Pasifik AS Samuel Paparo menyebut pakta itu "sangat mengkhawatirkan" meskipun faktanya kedua negara telah menolak rencana untuk pangkalan angkatan laut semacam itu.
Lihat Juga :