Rusia Tuntut Pertemuan Dewan Keamanan PBB Bahas Situasi di Bucha

Senin, 04 April 2022 - 18:14 WIB
loading...
Rusia Tuntut Pertemuan...
Tentara berdiri di samping tank Rusia yang hancur di Bucha, Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Rusia sekali lagi akan meminta mengadakan pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membahas masalah kota Bucha di Ukraina.

Permintaan Rusia sebelumnya tidak mendapat persetujuan dari Inggris, anggota tetap dewan keamanan PBB lainnya.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia menolak tuduhan Ukraina bahwa tentara Rusia membunuh warga sipil di kota Bucha di wilayah Kiev.

Baca juga: Rusia Hancurkan 3 Helikopter Ukraina dalam Serangan di Luar Nikolayev

Rusia menekankan foto-foto korban itu diduga direkayasa Kiev untuk disebarkan di media Barat.

Baca juga: Oligarki Rusia: Langkah Putin Selanjutnya Invasi 3 Negara Baltik!

“Kemarin, Presiden Dewan Keamanan PBB Inggris tidak menyetujui pertemuan Dewan Keamanan mengenai situasi di Bucha. Rusia hari ini akan kembali menuntut diadakannya rapat Dewan Keamanan PBB sehubungan dengan provokasi kriminal oleh militer dan radikal Ukraina di kota ini," ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, dilansir Sputnik.

Baca juga: Rusia Sangkal Lakukan Pembantaian Massal Mengerikan di Bucha Ukraina

Moskow awalnya meminta pertemuan DK PBB diadakan pada 4 April. “Rusia ingin mencurahkan pertemuan itu untuk diskusi tentang provokasi Ukraina di kota Bucha di wilayah Kiev dan kejahatan baru oleh rezim Kiev, gangguan pembicaraan damai dan eskalasi kekerasan,” papar Zakharova.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia sebelumnya mengecam foto dan rekaman video yang diduga menunjukkan mayat warga sipil yang tersebar di jalan-jalan Bucha seperti yang dilakukan otoritas Ukraina untuk menyebarkannya di media Barat dan menuduh pasukan Rusia membunuh mereka.

Kementerian Pertahanan menunjukkan bahwa pasukan Rusia meninggalkan kota pada 30 Maret dan wali kota melaporkan tidak ada mayat di jalan-jalan ketika dia mengkonfirmasi keberangkatan tentara Rusia pada hari berikutnya.

Kementerian Rusia juga mencatat penduduk Bucha memiliki akses ke jaringan seluler selama Angkatan Darat Rusia tinggal di sana.

“Rekaman dan foto-foto itu baru muncul empat hari kemudian, ketika Dinas Keamanan Ukraina dan media tiba di Bucha,” ungkap pernyataan Kemhan Rusia.

Ukraina sebelumnya menuduh pasukan Rusia membunuh warga sipil di Bucha menggunakan rekaman itu, yang diduga ditembak di salah satu jalan kota dan konon menunjukkan mayat beberapa korban sebagai bukti kejahatan.

Beberapa negara di Barat, termasuk Inggris, bergegas menuduh Rusia meskipun ada inkonsistensi dalam pelaporan Kiev dan kurangnya penyelidikan menyeluruh atas dugaan insiden tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia menekankan tidak ada penduduk Bucha yang dilukai oleh tentara Rusia saat mereka berada di sana.

Pernyataan kementerian juga mencatat bahwa penduduk kota diizinkan pergi melalui koridor kemanusiaan dan bagian selatan kota secara rutin ditembaki pasukan Ukraina.

Pasukan Rusia, yang melakukan operasi militer khusus negara itu di Ukraina sejak 24 Februari, mundur dari Bucha pada 30 Maret sebagai bagian dari langkah-langkah de-eskalasi yang dilakukan secara sukarela oleh Moskow untuk memfasilitasi negosiasi damai dengan Ukraina.

Kepala delegasi diplomatik Rusia mencatat Kremlin menyadari bahwa pengambil keputusan tertentu berada di Kiev dan karenanya memilih untuk secara signifikan mengurangi operasi militer Rusia ke arah Kiev.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved