AS Jatuhkan Sanksi Baru kepada Rezim Assad

Kamis, 18 Juni 2020 - 03:12 WIB
loading...
AS Jatuhkan Sanksi Baru...
AS menjatuhkan sanksi baru kepada rezim Bashar al-Assad. Foto/Time
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengumumkan sanksi baru terhadap rezim orang kuat Suriah , Bashar al-Assad , atas pelanggaran HAM dalam konflik sipil berdarah selama sembilan tahun di negara itu.

Sanksi perjalanan dan ekonomi baru itu menargetkan 39 orang Suriah, termasuk Assad dan istrinya. Lainnya termasuk anggota keluarga besar Assad, pemimpin militer senior dan eksekutif bisnis. Banyak dari mereka yang ada dalam daftar sudah dikenai sanksi AS, tetapi hukumannya juga menargetkan non-Suriah yang melakukan bisnis dengan mereka.

"Penunjukan hari ini mengirim pesan yang jelas bahwa tidak ada individu atau bisnis yang boleh berbisnis dengan atau memperkaya rezim jahat seperti itu," kata sekretaris pers Gedung Putih Kayleigh McEnany dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Fox News, Kamis (18/6/2020).

Sanksi itu adalah bagian dari Undang-Undang Perlindungan Caesar Sipil Suriah, dinamai dengan nama samaran seorang polisi Suriah yang menyerahkan foto-foto ribuan korban penyiksaan oleh pemerintah Assad. Trump menandatangani tindakan itu pada akhir Desember lalu. Selain pelanggaran hak, mereka yang menjadi sasaran juga dihantam karena menghalangi resolusi politik damai untuk konflik yang telah berlangsung lama.

"Hari ini kita memulai kampanye sanksi berkelanjutan terhadap rezim Assad di bawah Caesar Act, yang memberikan sanksi ekonomi berat untuk meminta rezim Assad dan pendukung asingnya bertanggung jawab atas tindakan brutal mereka terhadap rakyat Suriah," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah tweet.

Bersama keluarga Assad, Departemen Keuangan AS mengumumkan telah menjatuhkan sanksi pada 24 orang, perusahaan dan lembaga pemerintah yang secara aktif mendukung upaya rekonstruksi yang korup dari Assad.

Salah satu pendatang baru dalam daftar hitam AS adalah istri Assad, Asma, yang sebelumnya tidak menjadi sasaran tetapi kemudian di beri sanksi karena menjadi apa yang menurut Departemen Luar Negeri AS sebagai salah satu pencatut perang Suriah yang paling terkenal.

Selain Bashar dan Asma Assad, mereka yang dijatuhkan sanksi pada hari Rabu termasuk saudari Assad, saudaranya beserta istrinya, kepala Kamar Dagang Damaskus dan istri serta putranya, atlet di tim berkuda Suriah di Olimpiade 2012, dan tangan kanan dari saudara Assad, serta pemimpin Divisi Keempat militer Suriah.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Tak Hanya Melarang Medsos,...
Tak Hanya Melarang Medsos, Inggris Perketat Penggunaan AI bagi Anak dan Remaja
Rekomendasi
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Kylian Mbappe Cetak...
Kylian Mbappe Cetak 2 Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved