Diuji ke Pasien, Inggris Sebut Dexamethasone Mampu Sembuhkan Covid-19
Kamis, 18 Juni 2020 - 10:09 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah Inggris, yang memiliki stok obat ini sebanyak 200.000, mengatakan telah menginstruksikan layanan kesehatan (NHS) untuk menyediakan dexamethasone untuk pasien Covid-19. Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan temuan ini merupakan "prestasi ilmiah Inggris yang luar biasa". "Kami telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan ketersediaan obat, bahkan ketika terjadi gelombang kedua,” katanya dilansir BBC.
Kepala Medis untuk Inggris, Prof Chris Whitty mengatakan, obat ini akan menyelamatkan banyak nyawa di seluruh dunia. Sebanyak 19 dari 20 pasien Covid-19 telah sembuh tanpa dirawat di rumah sakit. Sementara dari mereka yang dirawat, sebagian besar juga sembuh tapi masih membutuhkan ventilator dan oksigen. Mereka adalah pasien-pasien dengan gejala berat yang dibantu pemulihannya oleh dexamethasone.
Dalam proses uji coba, tim yang dipimpin dari Universitas Oxford memberikan dexamethasone kepada sebanyak 2.000 pasien rumah sakit, sementara lebih dari 4.000 pasien lainnya tidak diberikan obat ini. Bagi pasien yang menggunakan ventilator, obat ini dapat mengurangi risiko kematian dari 40% menjadi 28%. (Baca juga: Harimau Pemakan Manusia 'Dihukum' Seumur Hidup Tinggal di Penangkaran)
"Sejauh ini obat tersebut telah menunjukkan bisa mengurangi risiko kematian dan pengurangannya sangat signifikan. Ini adalah terobosan besar,” kata Prof Peter Horby, peneliti obat dexamethasone, dari Universitas Oxford. (Andika H Mustaqim)
Kepala Medis untuk Inggris, Prof Chris Whitty mengatakan, obat ini akan menyelamatkan banyak nyawa di seluruh dunia. Sebanyak 19 dari 20 pasien Covid-19 telah sembuh tanpa dirawat di rumah sakit. Sementara dari mereka yang dirawat, sebagian besar juga sembuh tapi masih membutuhkan ventilator dan oksigen. Mereka adalah pasien-pasien dengan gejala berat yang dibantu pemulihannya oleh dexamethasone.
Dalam proses uji coba, tim yang dipimpin dari Universitas Oxford memberikan dexamethasone kepada sebanyak 2.000 pasien rumah sakit, sementara lebih dari 4.000 pasien lainnya tidak diberikan obat ini. Bagi pasien yang menggunakan ventilator, obat ini dapat mengurangi risiko kematian dari 40% menjadi 28%. (Baca juga: Harimau Pemakan Manusia 'Dihukum' Seumur Hidup Tinggal di Penangkaran)
"Sejauh ini obat tersebut telah menunjukkan bisa mengurangi risiko kematian dan pengurangannya sangat signifikan. Ini adalah terobosan besar,” kata Prof Peter Horby, peneliti obat dexamethasone, dari Universitas Oxford. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :