Profil Ariel Sharon, Berlumur Darah Rakyat Palestina dan Dianggap Mati Dikutuk

Sabtu, 02 April 2022 - 03:01 WIB
loading...
A A A
Berkat keterampilannya dalam memegang senjata, Sharon pun ditunjuk untuk mengomandoi infanteri Israel saat usianya menginjak 20 tahun.

Sharon menunjukkan “dedikasinya” dalam beberapa pembantaian, terutama terhadap rakyat Palestina.

Dalam Operasi Qibya di tahun 1953, bersama dengan unit Komando 101 Sharon membabat habis 96 orang Palestina hingga tewas, menjarah toko-toko, dan meluluh-lantahkan rumah-rumah.

Lalu namanya semakin dikenal setelah terlibat dalam Perang Enam Hari antara Israel dengan tiga negara Arab, yakni Mesir, Yordania, dan Suriah pada tahun 1967.

Atas taktik militer dan keberaniannya, Sharon dipuja sebagai pahlawan dan dijuluki “Singa Tuhan” dari Israel.

Belum puas dengan karier militernya, Sharon terjun ke dunia politik. Pada 1973, Sharon bergabung dengan partai sayap kanan Likud.

Namun, dia hengkang setahun kemudian dan diangkat menjadi Penasihat Keamanan Perdana Menteri Yitzhak Rabin.

Sharon sempat menjabat sebagai Menteri Pertanian pada tahun 1977, sebelum panggilan untuk menduduki posisi Menteri Pertahanan diterimanya ketika perang antara Lebanon dan Israel terjadi.

Sharon adalah aktor utama dalam Pembantaian Sabra dan Shatila di Beirut Barat, Lebanon. Di tahun 1982, Sharon mengomandoi operasi untuk membantai kamp-kamp pengungsi Palestina di kedua wilayah tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
AS Sebut Iran Bisa Hidup...
AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Berita Terkini
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved