Eks Sekjen PBB: De Facto, Trump Beri Korut Status Negara Nuklir

Rabu, 17 Juni 2020 - 22:57 WIB
loading...
A A A
Ia menambahkan bahwa AS mundur dari membantu dunia mengatasi masalah global pada saat kepemimpinannya sangat dibutuhkan.

Mengacu pada "pemimpin oportunistik" di AS, Brasil dan Asia Tenggara khususnya, Ban mengutuk populisme, dengan mengatakan bahwa tokoh-tokoh tertentu mengeksploitasi kemarahan pada ketidaksetaraan masyarakat untuk membingkai globalisme (dan PBB) sebagai musuh nilai-nilai nasional.

“Serangan terhadap PBB bukanlah hal baru. (Para pemimpin ini) menggunakan kemarahan orang-orang di lapangan, ”kata Ban, seraya menambahkan bahwa tingkat xenofobia, rasisme, anti-Semitisme, dan seksisme telah meningkat secara global seiring dengan meningkatnya populisme.

Ban mendesak negara-negara kuat untuk bekerja bersama untuk mengatasi tantangan global, dengan mencatat penarikan AS dari Dewan HAM PBB pada 2018, UNESCO pada 2019, dan Perjanjian Paris tentang perubahan iklim, yang mana Ban memimpin upaya selama masa jabatannya di PBB dari 2007 hingga 2016.

"Sejak terpilihnya Presiden Trump pada 2016, saya khawatir kebijakan 'America First' ini sebenarnya telah mengisolasi Amerika Serikat di panggung global," kata Ban.

“Kerja sama internasional adalah perekat yang mengikat semua orang. Nasionalisme dan proteksionisme bukanlah alternatif yang layak untuk kerjasama dan kemitraan,” cetusnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Iran Akan Gelar Acara...
Iran Akan Gelar Acara Pemakaman untuk Mendiang Pemimpin Tertinggi Khamenei di 3 Kota
Trump Blak-blakan kepada...
Trump Blak-blakan kepada Netanyahu: Semua Orang Benci Anda Sekarang!
Rekomendasi
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Berita Terkini
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Infografis
Kim Jong-un Janji Perbanyak...
Kim Jong-un Janji Perbanyak Bom Nuklir saat Trump Ingin Lucuti Senjata Korut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved