Pembalasan Putin dengan Gas Rusia Mulai Hari Ini, Ini Reaksi Eropa

Jum'at, 01 April 2022 - 11:06 WIB
loading...
A A A
Perusahaan gas Polandia, PGNiG, enggan berkomentar. Namun, mereka menyatakan tetap berhubungan dengan perusahaan pemasok gas Rusia, Gazprom.

"PGNiG tidak memberikan komentar rinci tentang klausul kontrak. Perusahaan tetap berhubungan saat ini dengan Gazprom," kata kantor pers perusahaan.

4. Denmark

Perusahaan energi Denmark, Orsted (ORSTED.CO), yang memiliki kontrak take-or-pay jangka panjang dengan Gazprom, mengatakan masih menunggu kabar dari perusahaan Rusia dan menolak berkomentar lebih lanjut.

5. Inggris

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson melalui juru bicaranya menolak keputusan Putin.

Ditanya apakah ada keadaan di mana Inggris akan membayar dalam rubel untuk gas Rusia, dia menjawab: "Itu bukan sesuatu yang akan kami lakukan."

6. Analis di Fitch Solutions

Analis dari Fitch Solutions berpendapat keputusan Putin ini sebenarnya bentuk ketakutan Rusia.

"Berpotensi, Kremlin bertindak dari ketakutan bahwa Gazprombank akan segera dikenai sanksi juga, di tengah tawaran yang lebih luas oleh Uni Eropa untuk memutuskan hubungan energi dengan Rusia sepenuhnya," katanya.

"Kontrak jangka panjang untuk pembelian gas alam dari Rusia dalam mata uang EUR (euro) dan oleh karena itu, tanpa negosiasi ulang kontrak, tidak ada dasar hukum bagi Rusia untuk menegakkan permintaan ini."

“Rusia harus secara fisik menghentikan aliran gas ke UE 27 (negara-negara anggota Uni Eropa) untuk memaksa masalah ini, menandai eskalasi besar yang bahkan tidak dilakukan pada puncak Perang Dingin. Ini akan menandai pukulan finansial besar lainnya bagi pundi-pundi Rusia," ujarnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Perang Meluas, Ukraina...
Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Nah, Diam-Diam Bahrain...
Nah, Diam-Diam Bahrain dan Kuwait Ikut Serang Iran
Rekomendasi
Jaksa Agung Minta Maaf...
Jaksa Agung Minta Maaf ke Publik, Sebut Kasus Eks Jampidus Jadi Momentum Berbenah
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
Cleft Craniofacial Awareness...
Cleft Craniofacial Awareness Month 2026, RSCM Gelar Pemeriksaan Sumbing Gratis
Berita Terkini
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved