AS Siap Tampung hingga 100 Ribu Pengungsi Ukraina

Jum'at, 25 Maret 2022 - 11:15 WIB
loading...
AS Siap Tampung hingga...
AS Siap Tampung hingga 100 Ribu Pengungsi Ukraina. FOTO/Reuters
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) berencana untuk menerima hingga 100.000 warga Ukraina yang melarikan diri dari invasi Rusia dan menjanjikan bantuan kemanusiaan baru senilai USD1 miliar, kata pemerintahan Presiden Joe Biden pada Kamis (24/3/2022).

Janji ini dilontarkan AS setelah satu bulan pengeboman yang memicu krisis pengungsi tercepat di Eropa sejak akhir Perang Dunia II. Pengumuman itu juga bertepatan dengan pertemuan Biden dengan para pemimpin Eropa di Brussels untuk mengoordinasikan tanggapan Barat terhadap krisis tersebut.

Baca: Keterlaluan! Pencuri Bawa Kabur Mobil Berisi Sumbangan Buat Pengungsi Ukraina

Lebih dari 3,5 juta orang telah melarikan diri sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, membebani negara-negara tetangga Eropa yang menerima mereka. Anggota parlemen dan advokat AS telah mendesak Biden untuk berbuat lebih banyak untuk membantu mereka yang mencari perlindungan di Amerika Serikat.

Seorang pejabat senior Biden mengatakan, pemerintah masih mengharapkan banyak orang Ukraina memilih untuk tetap tinggal di Eropa dekat dengan negara asal mereka, tetapi menambahkan komitmen AS untuk menerima lebih banyak pengungsi Ukraina.

"Kami menyadari bahwa sejumlah warga Ukraina yang telah melarikan diri mungkin ingin datang ke Amerika Serikat untuk sementara," kata pejabat itu kepada wartawan dengan syarat anonim, seperti dikutip dari Reuters.

Baca: Pengungsi Ukraina di Inggris Gratis Naik Kereta Api

Pemerintahan Biden mengatakan dalam sebuah pernyataan akan menggunakan "berbagai jalur hukum" untuk membawa warga Ukraina ke Amerika Serikat, termasuk program pemukiman kembali pengungsi AS.

“Sebagai bagian dari upaya, warga Ukraina dapat masuk melalui jalur visa yang ada dan melalui program bantuan yang dikenal sebagai "pembebasan bersyarat kemanusiaan", yang memungkinkan orang masuk ke negara itu dalam keadaan darurat,” kata seorang pejabat senior pemerintah AS.

Sebelum krisis meletus di Ukraina, Biden meluncurkan program pemukiman kembali AS terbesar di negara itu sejak Perang Vietnam dengan menerima 80.000 warga Afghanistan, setelah pasukan AS meninggalkan Afghanistan pasca perang 20 tahun.

Baca: Tampung Pengungsi Ukraina, Warga Inggris Dibayar Rp6,5 Juta

Berbeda dengan evakuasi Afghanistan, 100.000 warga Ukraina belum tentu diizinkan masuk ke Amerika Serikat dalam tahun fiskal saat ini, yang berlangsung hingga akhir September, kata pejabat AS.

Dalam dua minggu pertama bulan Maret, tujuh pengungsi Ukraina dimukimkan kembali di Amerika Serikat, menurut data internal Departemen Luar Negeri AS yang dilihat oleh Reuters, ketika perang semakin intensif dan jumlah orang Ukraina yang melarikan diri meroket.

Negara-negara Eropa Timur, terutama Polandia, telah menerima sebagian besar orang yang melarikan diri dari penembakan Rusia di kota-kota besar dan kecil di Ukraina. Negara-negara tersebut menginginkan negara tambahan untuk membantu menerima pengungsi, dengan Uni Eropa akan membahas "pembagian beban yang adil".

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Terungkap! Pemimpin...
Terungkap! Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Ikut Susun Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
5 Fakta Menarik Lionel...
5 Fakta Menarik Lionel Messi Meledak di Laga Pembuka Argentina di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved