Sanksi Baru AS Tampar Rusia, Sasar 300 Legislator dan Puluhan Perusahaan
Jum'at, 25 Maret 2022 - 02:01 WIB
loading...
AS menjatuhkan sanksi baru kepada Rusia atas invasi ke Ukraina. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi baru kepada Rusia , menargetkan lebih dari 300 anggota Parlemen dan puluhan perusahaan pertahanan. AS juga bergerak untuk membatasi kemampuan Rusia menggunakan cadangan emasnya guna menopang mata uangnya.
Tindakan tersebut, yang datang bersamaan dengan sanksi baru dari sekutu Barat, adalah upaya terbaru untuk menimbulkan kerugian ekonomi pada Presiden Rusia Vladimir Putin atas invasinya ke Ukraina .
Selain menjatuhkan sanksi baru, AS bergerak untuk membatasi kemampuan Rusia untuk menghindari sanksi yang ada pada bank sentral dan lembaga keuangan utamanya. Ada kekhawatiran bahwa Rusia menemukan cara untuk menstabilkan rubel dan membangun kembali cadangan mata uangnya.
“Amerika Serikat, dengan mitra dan sekutu kami, menyerang jantung kemampuan Rusia untuk membiayai dan melakukan peperangan dan kekejamannya terhadap Ukraina,” kata Menteri Keuangan AS,Janet L. Yellen, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari New York Times, Jumat (25/3/2022).
Sanksi diumumkan saat Presiden AS Joe Biden bertemu dengan para pemimpin dunia di pertemuan puncak di Brussels yang berfokus pada perang di Ukraina.
Tindakan tersebut, yang datang bersamaan dengan sanksi baru dari sekutu Barat, adalah upaya terbaru untuk menimbulkan kerugian ekonomi pada Presiden Rusia Vladimir Putin atas invasinya ke Ukraina .
Selain menjatuhkan sanksi baru, AS bergerak untuk membatasi kemampuan Rusia untuk menghindari sanksi yang ada pada bank sentral dan lembaga keuangan utamanya. Ada kekhawatiran bahwa Rusia menemukan cara untuk menstabilkan rubel dan membangun kembali cadangan mata uangnya.
“Amerika Serikat, dengan mitra dan sekutu kami, menyerang jantung kemampuan Rusia untuk membiayai dan melakukan peperangan dan kekejamannya terhadap Ukraina,” kata Menteri Keuangan AS,Janet L. Yellen, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari New York Times, Jumat (25/3/2022).
Sanksi diumumkan saat Presiden AS Joe Biden bertemu dengan para pemimpin dunia di pertemuan puncak di Brussels yang berfokus pada perang di Ukraina.
Lihat Juga :