Timor Leste Pilih Presiden Ke-5 sejak Merdeka dari Indonesia
Sabtu, 19 Maret 2022 - 17:37 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah jajak pendapat baru-baru ini oleh universitas nasional menunjukkan bahwa Ramos-Horta (72), mantan komandan pasukan pertahanan Lere Anan Timur dan Guterres adalah capres favorit.
Jajak pendapat ditutup pada pukul 15.00 sore dengan indikator awal siapa yang memimpin pemungutan suara diperkirakan akan datang Sabtu malam.
Jika tidak ada kandidat yang memenangkan suara mayoritas, pemungutan suara akan dilanjutkan ke putaran kedua pada 19 April antara dua kandidat teratas.
Mendekati dua puluh tahun sejak kemerdekaannya dari Indonesia, Timor Leste atau juga dikenal sebagai Timor Timur telah lama berjuang dengan ketidakstabilan politik.
Setelah Pilpres terakhir pada tahun 2018, Guterres menolak untuk mengangkat beberapa menteri dari Kongres Nasional Rekonstruksi Timor Timur (CNRT), sebuah partai politik yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Xanana Gusmao.
Langkah itu menyebabkan kebuntuan politik yang sedang berlangsung.
Ramos-Horta, yang didukung oleh partai CNRT, mengatakan awal pekan ini bahwa dia mencalonkan diri karena dia merasa presiden saat ini telah “melebihi kekuasaannya”.
Jajak pendapat ditutup pada pukul 15.00 sore dengan indikator awal siapa yang memimpin pemungutan suara diperkirakan akan datang Sabtu malam.
Jika tidak ada kandidat yang memenangkan suara mayoritas, pemungutan suara akan dilanjutkan ke putaran kedua pada 19 April antara dua kandidat teratas.
Mendekati dua puluh tahun sejak kemerdekaannya dari Indonesia, Timor Leste atau juga dikenal sebagai Timor Timur telah lama berjuang dengan ketidakstabilan politik.
Setelah Pilpres terakhir pada tahun 2018, Guterres menolak untuk mengangkat beberapa menteri dari Kongres Nasional Rekonstruksi Timor Timur (CNRT), sebuah partai politik yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Xanana Gusmao.
Langkah itu menyebabkan kebuntuan politik yang sedang berlangsung.
Ramos-Horta, yang didukung oleh partai CNRT, mengatakan awal pekan ini bahwa dia mencalonkan diri karena dia merasa presiden saat ini telah “melebihi kekuasaannya”.
Lihat Juga :