Taliban Janji Buka Sekolah untuk Anak Perempuan Pekan Depan
Jum'at, 18 Maret 2022 - 03:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Taliban Umbar Janji, Seluruh Anak Perempuan Segera Bersekolah
Mengizinkan anak perempuan dan kaum wanita masuk ke sekolah dan perguruan tinggi telah menjadi salah satu tuntutan utama masyarakat internasional terhadap gerakan Islam garis keras itu sejak Taliban menggulingkan pemerintah yang didukung Barat Agustus lalu.
Sebagian besar negara sejauh ini menolak untuk secara resmi mengakui Taliban, di tengah kekhawatiran atas perlakuan mereka terhadap anak perempuan dan kaum wanita, serta tuduhan pelanggaran hak asasi manusia terhadap mantan tentara dan pejabat dari pemerintahan yang digulingkan.
Taliban sendiri telah berjanji untuk menyelidiki dugaan pelanggaran, dan mengatakan mereka tidak membalas dendam pada mantan musuh mereka.
Baca: Taliban Klaim Bakal Segera Dapat Pengakuan Internasional
Terakhir kali kelompok itu memerintah Afghanistan, dari tahun 1996 hingga 2001, mereka melarang pendidikan bagi kaum perempuan dan sebagian besar pekerjaan. Sejak mendapatkan kembali kekuasaan, anak laki-laki dan laki-laki telah kembali ke pendidikan dalam jumlah yang jauh lebih besar daripada anak perempuan dan kaum wanita.
Mengizinkan anak perempuan dan kaum wanita masuk ke sekolah dan perguruan tinggi telah menjadi salah satu tuntutan utama masyarakat internasional terhadap gerakan Islam garis keras itu sejak Taliban menggulingkan pemerintah yang didukung Barat Agustus lalu.
Sebagian besar negara sejauh ini menolak untuk secara resmi mengakui Taliban, di tengah kekhawatiran atas perlakuan mereka terhadap anak perempuan dan kaum wanita, serta tuduhan pelanggaran hak asasi manusia terhadap mantan tentara dan pejabat dari pemerintahan yang digulingkan.
Taliban sendiri telah berjanji untuk menyelidiki dugaan pelanggaran, dan mengatakan mereka tidak membalas dendam pada mantan musuh mereka.
Baca: Taliban Klaim Bakal Segera Dapat Pengakuan Internasional
Terakhir kali kelompok itu memerintah Afghanistan, dari tahun 1996 hingga 2001, mereka melarang pendidikan bagi kaum perempuan dan sebagian besar pekerjaan. Sejak mendapatkan kembali kekuasaan, anak laki-laki dan laki-laki telah kembali ke pendidikan dalam jumlah yang jauh lebih besar daripada anak perempuan dan kaum wanita.
Lihat Juga :