Senat AS dengan Suara Bulat Kutuk Putin sebagai Penjahat Perang
Rabu, 16 Maret 2022 - 18:25 WIB
loading...
Senat AS dengan Suara Bulat Kutuk Putin sebagai Penjahat Perang. FOTO/TASS
A
A
A
WASHINGTON - Senat Amerika Serikat (AS) pada Selasa (15/3/2022) dengan suara bulat mengesahkan resolusi yang mengutuk Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai penjahat perang. Ini sebuah pencapaian persatuan yang langka di Kongres AS yang terpecah.
Resolusi tersebut, yang diperkenalkan oleh Senator Republik Lindsey Graham dan didukung oleh senator dari kedua belah pihak, mendorong Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag dan negara-negara lain untuk menargetkan militer Rusia dalam setiap penyelidikan kejahatan perang yang dilakukan selama invasi Rusia ke Ukraina.
Baca: Putin Terancam Dikudeta Jenderal Rusia yang Tak Puas Terkait Perang Ukraina
"Kita semua di kamar ini bergabung bersama, dengan Demokrat dan Republik, untuk mengatakan bahwa Vladimir Putin tidak dapat lepas dari pertanggungjawaban atas kekejaman yang dilakukan terhadap rakyat Ukraina," kata Pemimpin Mayoritas Senat Demokrat Chuck Schumer, seperti dikutip dari Reuters.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid, mengatakan, Inggris akan membantu mengumpulkan bukti yang diperlukan. Javid dimintai tanggapannya atas berita bahwa seorang wanita hamil yang diperlihatkan dalam foto yang banyak digunakan ditandu keluar dari rumah sakit bersalin yang dibom di kota Mariupol, Ukraina.
Resolusi tersebut, yang diperkenalkan oleh Senator Republik Lindsey Graham dan didukung oleh senator dari kedua belah pihak, mendorong Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag dan negara-negara lain untuk menargetkan militer Rusia dalam setiap penyelidikan kejahatan perang yang dilakukan selama invasi Rusia ke Ukraina.
Baca: Putin Terancam Dikudeta Jenderal Rusia yang Tak Puas Terkait Perang Ukraina
"Kita semua di kamar ini bergabung bersama, dengan Demokrat dan Republik, untuk mengatakan bahwa Vladimir Putin tidak dapat lepas dari pertanggungjawaban atas kekejaman yang dilakukan terhadap rakyat Ukraina," kata Pemimpin Mayoritas Senat Demokrat Chuck Schumer, seperti dikutip dari Reuters.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid, mengatakan, Inggris akan membantu mengumpulkan bukti yang diperlukan. Javid dimintai tanggapannya atas berita bahwa seorang wanita hamil yang diperlihatkan dalam foto yang banyak digunakan ditandu keluar dari rumah sakit bersalin yang dibom di kota Mariupol, Ukraina.
Lihat Juga :