Eks Menlu Rusia: Putin Tes Taktik Pemerasan Nuklir dalam Perang Ukraina
Rabu, 16 Maret 2022 - 00:53 WIB
loading...
A
A
A
Di Twitter, Kozyrev menjelaskan mengapa dia merasa Putin akan mengisyaratkan ancaman penggunaan senjata nuklir.
"Untuk Putin dan tim mantan perwira KGB-nya, Perang Dingin tidak pernah berakhir," tulis Kozyrev.
"Runtuhnya Uni Soviet hanyalah satu pertempuran yang hilang dalam kontes yang sedang berlangsung."
"Minggu lalu, saya membaca kritik terhadap posisi saya tentang rasionalitas Putin dan kemungkinan perang nuklir. Banyak yang tidak cukup realistis tentang ancaman nuklir atau tanggapan yang tepat," papar Kozrev.
“Pencegahan nuklir didasarkan pada keyakinan bahwa setiap serangan dengan senjata nuklir akan segera memicu respons serupa. Selama lebih dari 70 tahun, keyakinan ini—keseimbangan ketakutan—dibagikan oleh kekuatan nuklir dan menjauhkan Perang Dunia III,” lanjut dia.
Kozyrev kemudian merujuk Putin yang memerintahkan pasukan nuklir disiagakan tinggi, menyebut langkah itu tindakan bunuh diri mengingat kebijakan penghancuran yang dijamin bersama.
Mantan diplomat itu menyatakan dia tidak percaya Putin benar-benar ingin menggunakan senjata nuklir."Tetapi dia cukup pintar untuk mengancam melakukannya," kata Kozyrev, menyamakan ini dengan ketika pemimpin Soviet Nikita Khrushchev melakukan hal yang sama selama Krisis Rudal Kuba pada tahun 1962.
"Untuk Putin dan tim mantan perwira KGB-nya, Perang Dingin tidak pernah berakhir," tulis Kozyrev.
"Runtuhnya Uni Soviet hanyalah satu pertempuran yang hilang dalam kontes yang sedang berlangsung."
"Minggu lalu, saya membaca kritik terhadap posisi saya tentang rasionalitas Putin dan kemungkinan perang nuklir. Banyak yang tidak cukup realistis tentang ancaman nuklir atau tanggapan yang tepat," papar Kozrev.
“Pencegahan nuklir didasarkan pada keyakinan bahwa setiap serangan dengan senjata nuklir akan segera memicu respons serupa. Selama lebih dari 70 tahun, keyakinan ini—keseimbangan ketakutan—dibagikan oleh kekuatan nuklir dan menjauhkan Perang Dunia III,” lanjut dia.
Kozyrev kemudian merujuk Putin yang memerintahkan pasukan nuklir disiagakan tinggi, menyebut langkah itu tindakan bunuh diri mengingat kebijakan penghancuran yang dijamin bersama.
Mantan diplomat itu menyatakan dia tidak percaya Putin benar-benar ingin menggunakan senjata nuklir."Tetapi dia cukup pintar untuk mengancam melakukannya," kata Kozyrev, menyamakan ini dengan ketika pemimpin Soviet Nikita Khrushchev melakukan hal yang sama selama Krisis Rudal Kuba pada tahun 1962.
Lihat Juga :