AS Khawatir Sistem Rudal untuk Ukraina Jatuh ke Tangan yang Salah

Minggu, 13 Maret 2022 - 03:30 WIB
loading...
AS Khawatir Sistem Rudal...
Tentara Ukraina operasikn senjata anti-tank NLAW pasokan Inggris. AS khawatir sistem rudal Amerika dan NATO untuk Ukraina akan jatuh ke tangan yang salah. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menyuarakan kekhawatirannya setelah bersama negara-negara NATO memasok sistem rudal portabel ke Ukraina untuk melawan invasi Rusia . Washington khawatir, senjata yang dapat menjatuhkan pesawat itu akan jatuh ke tangan yang salah.

Pengiriman senjata Barat, yang lain diharapkan tiba dalam beberapa jam mendatang, sangat penting untuk memungkinkan Kiev memerangi pasukan Moskow yang menyerang jauh lebih efektif dan ganas daripada yang diperkirakan intelijen AS.

Tetapi memindahkan jumlah persenjataan itu ke dalam konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II membawa risiko bahwa beberapa senjata dapat jatuh ke tangan yang salah—sebuah kemungkinan yang telah dipertimbangkan oleh Barat.

“Terus terang, kami percaya bahwa risiko layak diambil saat ini karena Ukraina bertempur dengan sangat terampil dengan alat yang mereka miliki dan mereka menggunakannya dengan sangat kreatif,” kata seorang pejabat senior pertahanan AS pada hari Jumat ketika ditanya tentang bahaya itu, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (12/3/2022).

Baca juga: Murka karena Tak Ditolong, Ukraina: Israel Takut pada Rusia

Sistem rudal yang sangat portabel seperti sistem rudal permukaan-ke-udara Stinger, yang merupakan jenis man-portable air defence systems (MANPADS), dapat membantu memenangkan perang. Namun, di masa lalu, senjata-senjata serupa telah hilang, dijual, atau berakhir di gudang senjata kelompok bersenjata.

Misalnya, ratusan Stinger yang dipasok oleh AS dipandang sebagai kunci untuk membantu kelompok Mujahidin mengusir pasukan Soviet keluar dari Afghanistan dalam konflik yang berlangsung pada 1980-an dan 1990-an.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved