Kesulitan Evakuasi Mahasiswa, India Desak Gencatan Senjata Rusia-Ukraina
Sabtu, 05 Maret 2022 - 15:55 WIB
loading...
A
A
A
"Kami hanya menunggu pemerintah," katanya sambil menahan air mata. "Kami mempercayai pemerintah India. Ini (Sumy) adalah kota yang sangat indah. Kami tidak mengharapkan hal seperti ini terjadi di Ukraina, tetapi ini terjadi. Ini tidak baik," tambahnya.
Baca: Rezim Kim Jong-un Tembakkan Rudal Korut, Ke-9 sejak Awal Tahun
Dalam posting sebelumnya dia mengatakan telah terjadi penembakan dan serangan udara di kota yang membuatnya terlalu berbahaya untuk keluar.
"Di mana-mana (ada) penembak jitu di gedung-gedung," katanya kepada Reuters. "Tidak aman untuk keluar. Kami sangat panik. Selama tujuh hari kami tidak tidur dengan benar. Kami tidak aman, kondisi kami sangat buruk," urai Raza.
Sekitar 1.000 mahasiswa yang telah melarikan diri dari timur laut Kharkiv, Ukraina, di mana seorang mahasiswa kedokteran India tewas minggu ini, sedang dipindahkan dengan bus menuju perbatasan barat negara itu, kata Bagchi.
Baca: Rezim Kim Jong-un Tembakkan Rudal Korut, Ke-9 sejak Awal Tahun
Dalam posting sebelumnya dia mengatakan telah terjadi penembakan dan serangan udara di kota yang membuatnya terlalu berbahaya untuk keluar.
"Di mana-mana (ada) penembak jitu di gedung-gedung," katanya kepada Reuters. "Tidak aman untuk keluar. Kami sangat panik. Selama tujuh hari kami tidak tidur dengan benar. Kami tidak aman, kondisi kami sangat buruk," urai Raza.
Sekitar 1.000 mahasiswa yang telah melarikan diri dari timur laut Kharkiv, Ukraina, di mana seorang mahasiswa kedokteran India tewas minggu ini, sedang dipindahkan dengan bus menuju perbatasan barat negara itu, kata Bagchi.
Lihat Juga :