Putin: Keluarga Tentara Rusia yang Tewas Perang di Ukraina Dapat Rp918 Juta
Jum'at, 04 Maret 2022 - 07:49 WIB
loading...
Presiden Vladimir Putin mengumumkan keluarga tentara Rusia yang tewas dalam perang di Ukraina mendapat kompensasi lebih dari 7 juta rubel (lebih dari Rp918 juta) dari pemerintah. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin mengumumkan keluarga tentara Rusia yang tewas dalam perang di Ukraina akan menerima kompensasi lebih dari 7 juta rubel (lebih dari Rp918 juta) dari pemerintah.
Pengumuman itu dia sampaikan selama pertemuan dengan anggota Dewan Keamanan Rusia pada hari Kamis.
Data resmi Kremlin menyebutkan 498 tentara Moskow telah tewas di Ukraina dan 1.597 lainnya terluka. Namun, versi Kiev jumlah tentara Moskow yang tewas lebih dari 6.000 personel.
Putin telah membantah klaim yang disebarkan beberapa media bahwa jumlah kompensasi hanya 11.000 rubel.
Baca juga: Jenderal Top Rusia Dihabisi Sniper Ukraina, Pukulan Pahit bagi Putin
Menurut presiden, tentara yang terluka berhak mendapatkan uang 3 juta rubel, sementara prajurit dengan cacat permanen akan menerima pensiun seumur hidup dari pemerintah.
Orang nomor satu Rusia ini juga menyatakan operasi militer di Ukraina berjalan dengan ketat sesuai dengan jadwalnya.
Dia mengakui ada masalah-masalah tertentu yang dialami selama operasi militer. Misalnya, militer Rusia telah menetapkan koridor aman bagi warga sipil Ukraina untuk melarikan diri dari zona pertempuran, namun pasukan “neo-Nazi” lokal dan “tentara bayaran” asing telah berusaha mencegah mereka pergi.
Pengumuman itu dia sampaikan selama pertemuan dengan anggota Dewan Keamanan Rusia pada hari Kamis.
Data resmi Kremlin menyebutkan 498 tentara Moskow telah tewas di Ukraina dan 1.597 lainnya terluka. Namun, versi Kiev jumlah tentara Moskow yang tewas lebih dari 6.000 personel.
Putin telah membantah klaim yang disebarkan beberapa media bahwa jumlah kompensasi hanya 11.000 rubel.
Baca juga: Jenderal Top Rusia Dihabisi Sniper Ukraina, Pukulan Pahit bagi Putin
Menurut presiden, tentara yang terluka berhak mendapatkan uang 3 juta rubel, sementara prajurit dengan cacat permanen akan menerima pensiun seumur hidup dari pemerintah.
Orang nomor satu Rusia ini juga menyatakan operasi militer di Ukraina berjalan dengan ketat sesuai dengan jadwalnya.
Dia mengakui ada masalah-masalah tertentu yang dialami selama operasi militer. Misalnya, militer Rusia telah menetapkan koridor aman bagi warga sipil Ukraina untuk melarikan diri dari zona pertempuran, namun pasukan “neo-Nazi” lokal dan “tentara bayaran” asing telah berusaha mencegah mereka pergi.
Lihat Juga :