Tentara Myanmar Dituduh Sandera 80 Anak-anak Selama Dua Hari

Selasa, 01 Maret 2022 - 01:31 WIB
loading...
Tentara Myanmar Dituduh...
Tentara Myanmar Dituduh Sandera 80 Anak-anak Selama Dua Hari. FOTO/Reuters
A A A
YANGON - Tentara Myanmar menyandera sekelompok warga sipil, termasuk sedikitnya 80 anak-anak, selama dua hari selama bentrokan dengan pemberontak sebelum membebaskan sebagian besar dari mereka pada Senin (28/2/2022), menurut laporan media, kelompok pemberontak dan pernyataan pemerintah bayangan.

Insiden itu terjadi di wilayah Sagaing di Myanmar, yang menjadi lokasi pertempuran sengit antara kelompok-kelompok milisi yang menentang kudeta militer.

Baca: Junta Myanmar Desak Utusan ASEAN Tidak Terlibat dengan Kelompok Teroris

Serangan udara dan serangan oleh militer pada akhir pekan di Yinmabin, sebuah kotapraja sekitar 120 km barat Mandalay, telah mengusir sebagian besar penduduk desa, tetapi puluhan anak dan beberapa guru terdampar di sebuah biara yang juga menampung sebuah sekolah, menurut laporan media.

Surat kabar Irrawaddy menlaporkan pada hari Minggu, bahwa 85 anak dan 10 guru telah disandera, mengutip penduduk di daerah tersebut. Reuters tidak dapat memverifikasi laporan secara independen dan juru bicara junta tidak menanggapi permintaan komentar.

Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), pemerintahan bayangan yang dibentuk oleh penentang kudeta tahun lalu, mengatakan bahwa beberapa anak yang ditahan berusia di bawah 12 tahun dan beberapa di bawah lima tahun, menuduh tentara melakukan "pelanggaran berat" terhadap hukum internasional.

Baca: Indonesia Tekankan Pentingnya Implementasi 5 PC dalam Penyelesaian Krisis Myanmar

Seorang anggota Pasukan Pertahanan Rakyat daerah itu mengatakan bahwa sebagian besar telah dibebaskan pada Senin pagi ketika pasukan ditarik, tetapi beberapa orang dewasa ditangkap.

"Kami tidak bisa melawan pasukan karena mereka menahan anak-anak," kata anggota milisi yang meminta untuk tidak disebutkan namanya itu.

Junta telah melabeli NUG dan pasukan pertahanan rakyat sebagai kelompok "teroris". Militer telah dituduh di masa lalu menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia dan mengambil alih sekolah dan biara untuk digunakan sebagai pangkalan.

Baca: Jet Militer Myanmar Jatuh Akibat Kegagalan Teknis, Pilot Tewas

Phil Robertson, wakil direktur Asia Human Rights Watch, mengatakan peristiwa semacam itu menunjukkan bahwa militer beroperasi dengan "kekebalan total".

Lebih dari 1.500 orang telah tewas dalam tindakan keras oleh pasukan keamanan Myanmar sejak kudeta Februari lalu yang menggulingkan pemerintah yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, menurut kelompok aktivis yang berbasis di Thailand.

Militer, yang memperdebatkan jumlah kematian, juga bertempur di berbagai front dengan kelompok pro-demokrasi bersenjata di pedesaan dan pasukan etnis minoritas.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Iran Gempur 22 Pangkalan...
Iran Gempur 22 Pangkalan AS di Timur Tengah termasuk Hanggar Jet Tempur F-35
Rekomendasi
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
KSAD Maruli Simanjuntak:...
KSAD Maruli Simanjuntak: Begal Jadi Takut karena Ada Tentara
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
Berita Terkini
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Infografis
Prabowo ke Luar Negeri,...
Prabowo ke Luar Negeri, Indonesia Dipimpin Gibran selama Dua Minggu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved