Hadapi Serangan Ukraina, Lugansk dan Donetsk Mobilisasi Pasukan Penuh
Sabtu, 19 Februari 2022 - 13:44 WIB
loading...
Pasukan Republik Rakyat Donetsk siap dikerahkan dalam mobilisasi penuh melawan Ukraina. Foto/REUTERS
A
A
A
DONBASS - Republik Rakyat Lugansk (LPR) dan Republik Rakyat Donetsk (DPR) di Donbass, mengumumkan evakuasi warga sipil ke Wilayah Rostov setelah Ukraina melancarkan serangan terhadap wilayah itu.
Kepala Republik Rakyat Donetsk Denis Pushilin telah menandatangani dekrit tentang mobilisasi umum di republik itu. Kedua republik itu telah memproklamirkan kemerdekaan dari pemerintahan pusat Ukraina di Kiev.
"Saya menyeru rekan seluruh negara yang berada dalam komponen cadangan untuk datang ke komisariat militer. Hari ini saya menandatangani dekrit tentang mobilisasi umum," papar Pushilin.
Baca juga: Ledakan Dahsyat Terdengar di Donbass, Militer Ukraina Disebut Mulai Serangan
“DPR telah mencegah pasukan dinas khusus Ukraina terlibat dalam beberapa aksi terorisme dalam beberapa hari terakhir,” papar Pushilin.
Baca juga: Pasukan Ukraina Tembakkan 40 Granat ke Donbass, Tentara NATO Siap Tempur
Dia mengatakan, bagaimana pun perkembangannya, DPR akan mampu menahan agresi Ukraina.
Baca juga: Pasukan Ukraina Hujani Luhansk dengan Artileri Berat, 31 Kali dalam 24 Jam
Sementara itu, Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina (NSDC) Alexey Danilov menyatakan tidak ada perintah untuk "pembebasan" militer di Donbass, pada Jumat (18/2/2022).
Pernyataan itu muncul ketika wilayah Donetsk dan Lugansk mulai mengevakuasi warga sipil ke Rusia dengan alasan ancaman serangan Ukraina.
“Saya dapat memberi tahu Anda bahwa tidak ada perintah untuk membebaskan wilayah kami dengan paksa,” ujar Danilov, dilansir RT.com pada Jumat (18/2/2022).
Dia menambahkan, “Kiev sadar bahwa operasi semacam itu akan mengakibatkan korban besar di antara warga sipil, jadi pihak kami tidak mungkin memberikan perintah seperti itu."
Dia juga menuduh Rusia menyebarkan disinformasi tentang serangan yang akan datang untuk memprovokasi "tanggapan yang mereka inginkan" dari Ukraina.
Kepala Republik Rakyat Donetsk Denis Pushilin telah menandatangani dekrit tentang mobilisasi umum di republik itu. Kedua republik itu telah memproklamirkan kemerdekaan dari pemerintahan pusat Ukraina di Kiev.
"Saya menyeru rekan seluruh negara yang berada dalam komponen cadangan untuk datang ke komisariat militer. Hari ini saya menandatangani dekrit tentang mobilisasi umum," papar Pushilin.
Baca juga: Ledakan Dahsyat Terdengar di Donbass, Militer Ukraina Disebut Mulai Serangan
“DPR telah mencegah pasukan dinas khusus Ukraina terlibat dalam beberapa aksi terorisme dalam beberapa hari terakhir,” papar Pushilin.
Baca juga: Pasukan Ukraina Tembakkan 40 Granat ke Donbass, Tentara NATO Siap Tempur
Dia mengatakan, bagaimana pun perkembangannya, DPR akan mampu menahan agresi Ukraina.
Baca juga: Pasukan Ukraina Hujani Luhansk dengan Artileri Berat, 31 Kali dalam 24 Jam
Sementara itu, Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina (NSDC) Alexey Danilov menyatakan tidak ada perintah untuk "pembebasan" militer di Donbass, pada Jumat (18/2/2022).
Pernyataan itu muncul ketika wilayah Donetsk dan Lugansk mulai mengevakuasi warga sipil ke Rusia dengan alasan ancaman serangan Ukraina.
“Saya dapat memberi tahu Anda bahwa tidak ada perintah untuk membebaskan wilayah kami dengan paksa,” ujar Danilov, dilansir RT.com pada Jumat (18/2/2022).
Dia menambahkan, “Kiev sadar bahwa operasi semacam itu akan mengakibatkan korban besar di antara warga sipil, jadi pihak kami tidak mungkin memberikan perintah seperti itu."
Dia juga menuduh Rusia menyebarkan disinformasi tentang serangan yang akan datang untuk memprovokasi "tanggapan yang mereka inginkan" dari Ukraina.
(sya)
Lihat Juga :