Pasukan Ukraina Hujani Luhansk dengan Artileri Berat, 31 Kali dalam 24 Jam

Sabtu, 19 Februari 2022 - 09:35 WIB
loading...
Pasukan Ukraina Hujani...
Sistem mortir BARS-8MMk 120 mm digunakan militer Ukraina untuk menembakkan artileri berat. Foto/Ukroboronprom
A A A
LUHANSK - Angkatan Bersenjata Ukraina menghujani Republik Rakyat Luhansk (LPR) dengan tembakan artileri hingga 31 kali dalam 24 jam terakhir. Laporan tersebut diungkap Sputnik berdasarkan sumber di Donbass.

“Ukraina juga menggunakan senjata berat,” ungkap juru bicara misi LPR ke Pusat Gabungan Kontrol dan Koordinasi (JCCC) dari rezim gencatan senjata di Donbass pada Jumat (18/2/2022).

"Dalam 24 jam terakhir, pasukan Ukraina telah melanggar rezim gencatan senjata sebanyak 31 kali," papar juru bicara itu, dilansir Sputnik pada Sabtu (19/2/2022).

Baca juga: Donbass Membara, 25.000 Warga Sipil Mengungsi ke Rusia

Dia menambahkan, “Tentara Ukraina telah menggunakan sistem artileri 122 milimeter, mortir kaliber besar, dan peluncur granat.”

Baca juga: Ledakan Bom Mobil Guncang Donetsk Tengah, Donbass Makin Membara

Sebelumnya dilaporkan, pasukan Ukraina juga menghujani wilayah lain Donbass dengan artileri.

Baca juga: Pasukan Ukraina Tembakkan 40 Granat ke Donbass, Tentara NATO Siap Tempur

“Tentara Ukraina telah menembakkan 18 peluru mortir 120 mm ke desa Zaitsevo, permukiman yang dikuasai Republik Rakyat Donetsk yang terletak di pinggiran kota Gorlovka,” ujar seorang perwakilan Republik Rakyat Donetsk (DPR) di Pusat Pengendalian dan Koordinasi Gabungan mengatakan kepada wartawan.

"Pada 19:40, penembakan direkam oleh formasi bersenjata Ukraina ke arah desa Zaitsevo. 18 ranjau ditembakkan," papar perwakilan itu.

Pengerahan sistem mortir 120 mm di zona konflik Donbass dilarang berdasarkan Perjanjian Minsk, kesepakatan damai yang disepakati pada awal 2015 untuk menegakkan gencatan senjata di Ukraina timur dan pada akhirnya mengakhiri konflik sipil.

Tembakan mortir terjadi di tengah eskalasi besar-besaran hujan mortir, artileri dan tembakan senjata ringan di sepanjang garis kontak antara pasukan Ukraina dan milisi Donbass dalam dua hari terakhir.

Kedua belah pihak melaporkan puluhan pelanggaran gencatan senjata dan menyalahkan pihak lain atas insiden kekerasan tersebut.

Perwakilan Kelompok Kontak Trilateral Republik Rakyat Luhansk, Rodion Miroshnik, memperingatkan pada Jumat bahwa pengerahan sejumlah besar artileri tabung oleh tentara Ukraina di jalur kontak akan menyebabkan korban besar jika serangan besar militer dimulai.

"Ada penembakan di satu desa kecil bernama Sanzhary. Itu terletak antara Debaltseve dan Pervomaisk di jalur kontak. Artileri 122 mm digunakan di sana, yaitu artileri tabung," papar Morshnik.

Dia menambahkan, “Pada garis kontak, kita melihat sejumlah besar artileri meriam kaliber 122-152 mm, yang dapat menyerang pada jarak antara 20-40 km. Saya ingatkan Anda bahwa hanya ada jarak 7 km antara garis kontak dan pusat Donetsk, dan 12 km dari posisi di mana senjata ini dikerahkan dan pusat Lugansk.”

“Artinya, jika artileri ini digunakan sekarang, tidak akan mungkin untuk menghindari pertumpahan darah yang besar dan sejumlah besar korban," papar dia.

Miroshnik memperingatkan, Donbass sedang didorong ke arah pertempuran baru, karena Kiev telah menunjukkan kurangnya kesiapan bernegosiasi dengan republik-republik yang memisahkan diri.

Para pemimpin Donetsk dan Luhansk memerintahkan evakuasi penduduk sipil mereka pada hari Jumat, dengan alasan bahaya serangan habis-habisan Ukraina.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved