Pasukan Ukraina Hujani Luhansk dengan Artileri Berat, 31 Kali dalam 24 Jam
Sabtu, 19 Februari 2022 - 09:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pasukan Ukraina Tembakkan 40 Granat ke Donbass, Tentara NATO Siap Tempur
“Tentara Ukraina telah menembakkan 18 peluru mortir 120 mm ke desa Zaitsevo, permukiman yang dikuasai Republik Rakyat Donetsk yang terletak di pinggiran kota Gorlovka,” ujar seorang perwakilan Republik Rakyat Donetsk (DPR) di Pusat Pengendalian dan Koordinasi Gabungan mengatakan kepada wartawan.
"Pada 19:40, penembakan direkam oleh formasi bersenjata Ukraina ke arah desa Zaitsevo. 18 ranjau ditembakkan," papar perwakilan itu.
Pengerahan sistem mortir 120 mm di zona konflik Donbass dilarang berdasarkan Perjanjian Minsk, kesepakatan damai yang disepakati pada awal 2015 untuk menegakkan gencatan senjata di Ukraina timur dan pada akhirnya mengakhiri konflik sipil.
Tembakan mortir terjadi di tengah eskalasi besar-besaran hujan mortir, artileri dan tembakan senjata ringan di sepanjang garis kontak antara pasukan Ukraina dan milisi Donbass dalam dua hari terakhir.
Kedua belah pihak melaporkan puluhan pelanggaran gencatan senjata dan menyalahkan pihak lain atas insiden kekerasan tersebut.
Perwakilan Kelompok Kontak Trilateral Republik Rakyat Luhansk, Rodion Miroshnik, memperingatkan pada Jumat bahwa pengerahan sejumlah besar artileri tabung oleh tentara Ukraina di jalur kontak akan menyebabkan korban besar jika serangan besar militer dimulai.
“Tentara Ukraina telah menembakkan 18 peluru mortir 120 mm ke desa Zaitsevo, permukiman yang dikuasai Republik Rakyat Donetsk yang terletak di pinggiran kota Gorlovka,” ujar seorang perwakilan Republik Rakyat Donetsk (DPR) di Pusat Pengendalian dan Koordinasi Gabungan mengatakan kepada wartawan.
"Pada 19:40, penembakan direkam oleh formasi bersenjata Ukraina ke arah desa Zaitsevo. 18 ranjau ditembakkan," papar perwakilan itu.
Pengerahan sistem mortir 120 mm di zona konflik Donbass dilarang berdasarkan Perjanjian Minsk, kesepakatan damai yang disepakati pada awal 2015 untuk menegakkan gencatan senjata di Ukraina timur dan pada akhirnya mengakhiri konflik sipil.
Tembakan mortir terjadi di tengah eskalasi besar-besaran hujan mortir, artileri dan tembakan senjata ringan di sepanjang garis kontak antara pasukan Ukraina dan milisi Donbass dalam dua hari terakhir.
Kedua belah pihak melaporkan puluhan pelanggaran gencatan senjata dan menyalahkan pihak lain atas insiden kekerasan tersebut.
Perwakilan Kelompok Kontak Trilateral Republik Rakyat Luhansk, Rodion Miroshnik, memperingatkan pada Jumat bahwa pengerahan sejumlah besar artileri tabung oleh tentara Ukraina di jalur kontak akan menyebabkan korban besar jika serangan besar militer dimulai.
Lihat Juga :