Pompeo: AS Mungkin Tak Akan Pernah Pulihkan Dana ke WHO

Kamis, 23 April 2020 - 23:00 WIB
loading...
A A A
Para pejabat WHO menyangkal tuduhan itu dan China menegaskan pihaknya transparan dan terbuka.

AS menjadi donor terbesar WHO, dengan lebih dari USD400 juta pada 2019, sekitar 15% dari total anggaran. Para pejabat AS pekan lalu menyatakan AS dapat mengalihkan dana itu ke lembaga bantuan lain.

Saat ditanya jika dia tidak mengesampingkan perubahan dalam kepemimpinan WHO, Pompeo menjawab, “Bahkan lebih dari itu, itu mungkin menjadi kasus bahwa AS bisa tak pernah kembali sebagai penjamin, memiliki dolar pembayar pajak AS ke WHO. Kita mungkin perlu memiliki perubahan besar dibandingkan itu.”

Pompeo juga menyatakan AS sangat yakin China gagal melaporkan wabah itu secara tepat waktu, melanggar aturan WHO. Menurut dia, China gagal melaporkan penyebaran virus dari manusia ke manusia selama sebulan hingga virus itu ada di tiap provinsi di China.

Menurut Pompeo, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom tidak menggunakan kemampuannya saat satu negara anggota gagal mengikuti aturannya. Pompeo menyatakan WHO memiliki kewajiban menjamin standar keselamatan di lab-lab virologi di Wuhan yang menjadi asal wabah virus corona di China.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
HUT Ke-80 Bhayangkara,...
HUT Ke-80 Bhayangkara, Prabowo: Polri Harus Jadi Kompas Setiap Insan Bhayangkara
Selebrasi Sujud di Piala...
Selebrasi Sujud di Piala Dunia 2026 Viral, Begini Makna Sujud Menurut Islam
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.640 Pagi Ini
Berita Terkini
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved