AS: Rusia Bisa Invasi Ukraina Kapan Saja Termasuk Selama Olimpiade

Sabtu, 12 Februari 2022 - 01:12 WIB
loading...
AS: Rusia Bisa Invasi...
Amerika Serikat menyatakan Rusia bisa menginvasi Ukraina kapan saja termasuk selama Olimpiade Musim Dingin Beijing. Foto/Maxar Tecnologies/Handout via REUTERS
A A A
MELBOURNE - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan Rusia bisa menginvasi Ukraina kapan saja karena sudah mengirim lebih banyak pasukan ke perbatasan. Menurutnya, invasi bahkan dapat dilancarkan selama Olimpiade Musim Dingin Beijing.

Dia mengatakan Washington terus menarik staf kedutaannya di Ukraina dan mengulangi seruan Departemen Luar Negeri kepada warga Amerika di Ukraina untuk segera meninggalkan negara itu.

"Sederhananya, kami terus melihat tanda-tanda eskalasi Rusia yang sangat mengganggu, termasuk pasukan baru yang tiba di perbatasan Ukraina," kata Blinken pada konferensi pers di kota Melbourne, Australia, Jumat (11/2/2022), seperti dikutip Reuters.

"Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, kami berada di jendela ketika invasi dapat dimulai kapan saja, dan untuk lebih jelasnya, itu termasuk selama Olimpiade," katanya lagi.

Baca juga: Viral, Tentara-tentara Cantik Ukraina Berlatih untuk Lawan Pasukan Putin

Rusia, yang memiliki lebih dari 100.000 tentara di dekat perbatasan Ukraina, membantah tuduhan Barat bahwa mereka berencana untuk menyerang tetangganya.

Olimpiade Musim Dingin yang diselenggarakan di Beijing, China, sedang berlangsung dan akan berakhir pada 20 Februari mendatang.

Pada hari pembukaan Olimpiade Musim Dingin pekan lalu, China dan Rusia mendeklarasikan kemitraan "tanpa batas", saling mendukung atas kebuntuan di Ukraina dan Taiwan dengan janji untuk berkolaborasi lebih banyak melawan Barat.

Beijing mendukung tuntutan Rusia bahwa Ukraina tidak boleh diterima sebagai anggota NATO, sementara Moskow menentang segala bentuk kemerdekaan untuk Taiwan.

Blinken mengatakan potensi invasi Rusia ke Ukraina mengancam tatanan berbasis aturan internasional.

Menurutnya, jika tindakan seperti itu dibiarkan begitu saja, itu dapat memiliki konsekuensi di Indo-Pasifik—sebuah petunjuk yang jelas tentang ancaman invasi China ke Taiwan.

"Jika kita membiarkan prinsip-prinsip itu ditentang dengan impunitas, bahkan jika itu setengah dunia, itu akan berdampak di sini juga. Yang lain menonton. Yang lain melihat kami semua untuk melihat bagaimana kami merespons," kata Blinken.

Inggris mengatakan pada hari Kamis bahwa "momen paling berbahaya" dalam kebuntuan Barat dengan Moskow tampaknya sudah dekat, ketika Rusia mengadakan latihan militer di Belarusia dan Laut Hitam menyusul penumpukan pasukannya di dekat Ukraina.

Departemen Luar Negeri AS mendesak orang-orang Amerika di Ukraina untuk segera pergi karena apa yang disebutnya meningkatnya ancaman aksi militer Rusia. Blinken mengatakan Washington akan terus menarik staf kedutaannya setelah memerintahkan kepergian anggota keluarga staf di misinya pada Januari lalu.

"Kami akan melanjutkan proses itu dan kami juga sangat jelas bahwa setiap warga negara Amerika yang tetap berada di Ukraina harus pergi sekarang," kata Blinken.

Amerika Serikat dan sekutunya telah memperingatkan Rusia tentang sanksi keras jika nekat menginvasi Ukraina.

Moskow mengatakan krisis Ukraina didorong oleh tindakan NATO dan AS, dan menuntut jaminan keamanan dari Barat, termasuk janji NATO untuk tidak pernah mengakui Ukraina sebagai anggota baru.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Berita Terkini
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved