Kalangan Intelijen AS Khawatirkan Strategi Biden Terkait Rusia
Kamis, 10 Februari 2022 - 07:28 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu kebocoran terbaru dari "orang dalam" datang dalam laporan Newsweek pekan ini, yang mengklaim Rusia telah merencanakan operasi "bendera palsu" untuk membuatnya tampak seolah-olah ada plot Kremlin untuk "melakukan serangan terhadap Ukraina yang berbahasa Rusia."
Baca juga: Rusia: Jerman Negara yang Diduduki, 30.000 Tentara AS di Sana
“Tujuan dari dugaan operasi itu adalah untuk mendiskreditkan dan mengalihkan perhatian Washington," papar laporan itu.
Moskow telah berulang kali membantah niat untuk menyerang Ukraina. Rusia menyebut media dan politisi Barat sengaja menghembuskan tuduhan itu.
“Benar atau tidak, semakin banyak informasi seperti ini yang dilontarkan ke publik, semakin besar kemungkinan operator asing dapat melacak sumber dan metode yang digunakan untuk mendapatkannya,” ujar seorang mantan anggota Dewan Keamanan Nasional kepada Politico.
"Berapa kali mereka perlu memperingatkan bahwa sesuatu mungkin sudah dekat?" papar mantan pejabat keamanan nasional.
Strategi pemerintahan Biden telah mengumpulkan beberapa dukungan, dengan seorang pejabat intelijen senior saat ini berpendapat “analisis biaya-manfaat” sejauh ini telah menguntungkan Amerika Serikat.
Baca juga: Rusia: Jerman Negara yang Diduduki, 30.000 Tentara AS di Sana
“Tujuan dari dugaan operasi itu adalah untuk mendiskreditkan dan mengalihkan perhatian Washington," papar laporan itu.
Moskow telah berulang kali membantah niat untuk menyerang Ukraina. Rusia menyebut media dan politisi Barat sengaja menghembuskan tuduhan itu.
“Benar atau tidak, semakin banyak informasi seperti ini yang dilontarkan ke publik, semakin besar kemungkinan operator asing dapat melacak sumber dan metode yang digunakan untuk mendapatkannya,” ujar seorang mantan anggota Dewan Keamanan Nasional kepada Politico.
"Berapa kali mereka perlu memperingatkan bahwa sesuatu mungkin sudah dekat?" papar mantan pejabat keamanan nasional.
Strategi pemerintahan Biden telah mengumpulkan beberapa dukungan, dengan seorang pejabat intelijen senior saat ini berpendapat “analisis biaya-manfaat” sejauh ini telah menguntungkan Amerika Serikat.
Lihat Juga :