PM Israel: Salah Jika Berpikir Kesepakatan Nuklir Iran Akan Tingkatkan Stabilitas

Minggu, 06 Februari 2022 - 22:00 WIB
loading...
PM Israel: Salah Jika...
PM Israel: Salah Jika Berpikir Kesepakatan Nuklir Iran Akan Tingkatkan Stabilitas. FOTO/GPO
A A A
TEL AVIV - Kesepakatan nuklir Iran yang dirundingkan oleh kekuatan dunia di Wina akan mempersulit upaya pencegahan nuklir Iran. Perdana Menteri Israel , Naftali Bennett memperingatkan hal itu pada pembukaan rapat kabinet, Minggu (6/2/2022).

“Yang paling utama di antara ancaman terhadap Negara Israel adalah Iran,” kata Bennett. “Kami, sebagai kabinet, bertanggung jawab untuk menghadapi [ancaman] nuklir Iran, dan dengan cermat mengikuti apa yang terjadi dalam pembicaraan di Wina,” lanjutnya, seperti dikutip dari Jerusalem Post.

Baca: Israel Bakal Dikelilingi Laser Canggih yang Siap Rontokkan Rudal Musuh

Menurut Bennett, perjanjian dan apa yang tampak sebagai syarat-syaratnya, akan merusak kemampuan untuk menjalankan program nuklir.

"Siapa pun yang berpikir kesepakatan akan meningkatkan stabilitas adalah salah," tambahnya. “Ini akan menunda pengayaan untuk sementara, tetapi kita semua di wilayah ini akan membayar harga yang mahal dan tidak proporsional untuk itu,” ungkapnya.

Bennett menunjukkan bahwa, dalam beberapa pekan terakhir, Iran telah meningkatkan agresinya di kawasan itu, pada saat yang sama bernegosiasi di Wina. Ia juga menyatakan, Israel sedang bekerja untuk memperkuat dirinya secara militer selama beberapa dekade mendatang.

“Israel akan mempertahankan kebebasan bertindak dalam situasi apa pun, dengan atau tanpa kesepakatan,” katanya.

Baca: Tak Ingin Rahasia Terungkap, Israel Batal Jual Iron Dome ke UEA

Kekuatan dunia telah bernegosiasi on-and-off dengan Iran selama 10 bulan terakhir agar Republik Islam dan Amerika Serikat kembali mematuhi kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama 2015, yang membatasi pengayaan uranium Iran – tetapi bukan rudal balistiknya.

Pernyataan Bennett datang ketika para pejabat Israel khawatir bahwa kesepakatan baru dengan Iran akan mempertahankan waktu rezim untuk ledakan nuklir kurang dari enam bulan. Salah satu tujuan utama JCPOA pada tahun 2015 adalah untuk menjauhkan Iran satu tahun dari ledakan nuklir.



Utusan Khusus AS untuk Iran Rob Malley mengakui dalam sebuah wawancara dengan MSNBC selama akhir pekan, bahwa waktu terobosan dalam kesepakatan baru akan lebih pendek daripada JCPOA asli.

"Karena kemajuan yang telah mereka buat selama bertahun-tahun sejak kami menarik diri dari kesepakatan, akan sulit untuk mendapatkan kembali manfaat non-proliferasi penuh, garis waktu terobosan penuh," kata Malley. "Itu jelas salah satu dari banyak konsekuensi bencana dari keputusan untuk meninggalkan kesepakatan," tambahnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Perjuangan Iran di Piala...
Perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 Sentuh Hati Infantino
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Presiden Venezuela Terenyuh...
Presiden Venezuela Terenyuh Puluhan Negara Bantu Cari Korban Gempa, Nyaris 2.000 Orang Tewas
Rekomendasi
Top Up Game di VCGamers...
Top Up Game di VCGamers Dijamin Murah, Aman dan Cepat
Tata Kelola RKAB Perlu...
Tata Kelola RKAB Perlu Dibenahi demi Menjaga Pasokan Batu Bara
Rekomendasi Judul Microdrama...
Rekomendasi Judul Microdrama China di V+Short, Ceritanya Singkat tapi Bikin Nagih
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved