Jika Pasukan Rusia Datang, Warga Kota Kharkiv Akan Terapkan Perang Gerilya
Kamis, 03 Februari 2022 - 03:40 WIB
loading...
Warga kota Kharkiv, Ukraina tengah mengikuti latih perang. FOTO/Reuters
A
A
A
KHARKIV - Suasana tegang mengapung di kota Kharkiv, Ukraina . Bukan tanpa alasan ketegangan membekap seisi kota. Hanya sekitar 40 km dari Kharkiv, puluhan ribu tentara Rusia telah berkumpul di perbatasan dan diyakini bisa menginvasi kota itu jika turun perintah dari Moskow.
Jika Rusia benar-benar memutuskan untuk menyerang Ukraina, maka Kharkiv akan menjadi kota pertama di Ukraina yang berhadapan dengan pasukan Rusia. Bila pasukan darat Rusia menyerbu kota berpenduduk 1 juta jiwa lebih itu, sejumlah warga Kharkiv mengaku siap untuk meninggalkan kehidupan sipil mereka dan melakukan perang gerilya melawan salah satu kekuatan militer terbesar di dunia.
Baca: Ukraina Peringatkan Perang Skala Penuh Jika Rusia Menyerang
Seorang pemuda berusia 18, Anton Dotsenko, mengaku sudah berlatih bersama rekan-rekannya. Mereka bersiap jika invasi Rusia benar-benar terjadi. “Kharkiv adalah rumah saya dan sebagai penduduk asli kota terpenting yang harus saya lindungi. Kharkiv juga merupakan kota garis depan, yang secara ekonomi dan strategis penting,” katanya, seperti dikutip dari AP, Selasa (1/2/2022).
“Baik generasi kita maupun anak-anak kita siap membela diri. Ini tidak akan menjadi perang yang mudah,” kata Maryna Tseluiko, seorang pembuat roti berusia 40 tahun yang mendaftar sebagai pasukan cadangan dengan putrinya yang berusia 18 tahun di Kyiv. “Ukraina memiliki tradisi perang gerilya yang kaya. Kami tidak ingin melawan Rusia. Rusialah yang memerangi kita,” ungkapnya.
Warga Kharkiv lainnya, Svetlana Putilina (50), mengaku telah mengatur rencana darurat untuk keluarganya dan unitnya. Ia telah menentukan siapa yang akan membawa anak-anak ke tempat yang aman di luar kota. Ia juga telah menentukan siapa yang akan menemani orang tua dan kakek-nenek lansia ke salah satu dari ratusan tempat perlindungan bom yang dipetakan.
Jika Rusia benar-benar memutuskan untuk menyerang Ukraina, maka Kharkiv akan menjadi kota pertama di Ukraina yang berhadapan dengan pasukan Rusia. Bila pasukan darat Rusia menyerbu kota berpenduduk 1 juta jiwa lebih itu, sejumlah warga Kharkiv mengaku siap untuk meninggalkan kehidupan sipil mereka dan melakukan perang gerilya melawan salah satu kekuatan militer terbesar di dunia.
Baca: Ukraina Peringatkan Perang Skala Penuh Jika Rusia Menyerang
Seorang pemuda berusia 18, Anton Dotsenko, mengaku sudah berlatih bersama rekan-rekannya. Mereka bersiap jika invasi Rusia benar-benar terjadi. “Kharkiv adalah rumah saya dan sebagai penduduk asli kota terpenting yang harus saya lindungi. Kharkiv juga merupakan kota garis depan, yang secara ekonomi dan strategis penting,” katanya, seperti dikutip dari AP, Selasa (1/2/2022).
“Baik generasi kita maupun anak-anak kita siap membela diri. Ini tidak akan menjadi perang yang mudah,” kata Maryna Tseluiko, seorang pembuat roti berusia 40 tahun yang mendaftar sebagai pasukan cadangan dengan putrinya yang berusia 18 tahun di Kyiv. “Ukraina memiliki tradisi perang gerilya yang kaya. Kami tidak ingin melawan Rusia. Rusialah yang memerangi kita,” ungkapnya.
Warga Kharkiv lainnya, Svetlana Putilina (50), mengaku telah mengatur rencana darurat untuk keluarganya dan unitnya. Ia telah menentukan siapa yang akan membawa anak-anak ke tempat yang aman di luar kota. Ia juga telah menentukan siapa yang akan menemani orang tua dan kakek-nenek lansia ke salah satu dari ratusan tempat perlindungan bom yang dipetakan.
Lihat Juga :