AS Sesumbar Punya Senjata Rahasia untuk Melawan Rusia
Selasa, 01 Februari 2022 - 10:32 WIB
loading...
Wakil Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sesumbar memiliki senjata rahasia yang akan digunakan untuk melawan Rusia. Menurut pejabat AS, Washington akan merahasiakan sanksi yang direncanakannya terhadap Rusia sepenuhnya, sehingga Moskow tidak memiliki kesempatan mengantisipasinya terlebih dahulu.
Berbicara kepada CBS yang dilansir Senin (31/1/2022), Wakil Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland menjelaskan Washington sedang mengerjakan serangkaian tindakan yang akan dikenakan jika Rusia menginvasi Ukraina, tetapi tidak akan membiarkan Kremlin tahu sebelumnya.
“Berkenaan dengan paket sanksi ini… pencegahan adalah yang terbaik ketika ada sedikit ambiguitas strategis di sekitar apa yang akan kita lakukan,” papar Nuland.
Baca juga: Katanya Hebat, Jet Tempur F-35 AS Berkarat di Pelayaran Laut China Selatan
Dia menjelaskan, “Jadi, kami telah mengatakan langkah-langkah keuangan, kami telah mengatakan kontrol ekspor, kami telah mengatakan sanksi baru terhadap elit Rusia. Tetapi jika kita meletakkannya di atas meja sekarang, maka Rusia akan dapat mulai mengurangi, dan itu tidak masuk akal bagi kita.”
Baca juga: Inggris Ancam Segera Bekukan Aset Perusahaan-perusahaan Rusia
Pernyataan Nuland muncul ketika sekelompok anggota parlemen AS dari Partai Demokrat dan Republik, yang dipimpin Senator Bob Menendez melaporkan mereka hampir menyetujui serangkaian sanksi yang dapat diterapkan segera setelah invasi Rusia.
Baca juga: Teman Putin: Damai dengan AS Hanya Mungkin Terjadi setelah Tata Dunia Baru
Menurut Washington, paket tindakan tersebut dirancang untuk mencegah Rusia mempertimbangkan serangan militer ke Ukraina.
Moskow dituduh menempatkan 100.000 tentara di perbatasan, dengan beberapa pihak menuduhnya merencanakan serangan.
Klaim ini telah berulang kali dibantah Kremlin dan diremehkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Laporan telah menyarankan sanksi akan fokus pada bank-bank Rusia dan ekspor serta impor barang-barang tertentu.
AS juga telah bekerja dengan Uni Eropa (UE) untuk mengembangkan respons multilateral yang dapat membidik industri energi.
“Kami bekerja secara intensif dengan Kongres pada undang-undang ini yang kami harapkan akan sangat selaras dengan apa yang kami bangun dengan sekutu dan mitra NATO kami,” ujar Nuland.
Berbicara kepada CBS yang dilansir Senin (31/1/2022), Wakil Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland menjelaskan Washington sedang mengerjakan serangkaian tindakan yang akan dikenakan jika Rusia menginvasi Ukraina, tetapi tidak akan membiarkan Kremlin tahu sebelumnya.
“Berkenaan dengan paket sanksi ini… pencegahan adalah yang terbaik ketika ada sedikit ambiguitas strategis di sekitar apa yang akan kita lakukan,” papar Nuland.
Baca juga: Katanya Hebat, Jet Tempur F-35 AS Berkarat di Pelayaran Laut China Selatan
Dia menjelaskan, “Jadi, kami telah mengatakan langkah-langkah keuangan, kami telah mengatakan kontrol ekspor, kami telah mengatakan sanksi baru terhadap elit Rusia. Tetapi jika kita meletakkannya di atas meja sekarang, maka Rusia akan dapat mulai mengurangi, dan itu tidak masuk akal bagi kita.”
Baca juga: Inggris Ancam Segera Bekukan Aset Perusahaan-perusahaan Rusia
Pernyataan Nuland muncul ketika sekelompok anggota parlemen AS dari Partai Demokrat dan Republik, yang dipimpin Senator Bob Menendez melaporkan mereka hampir menyetujui serangkaian sanksi yang dapat diterapkan segera setelah invasi Rusia.
Baca juga: Teman Putin: Damai dengan AS Hanya Mungkin Terjadi setelah Tata Dunia Baru
Menurut Washington, paket tindakan tersebut dirancang untuk mencegah Rusia mempertimbangkan serangan militer ke Ukraina.
Moskow dituduh menempatkan 100.000 tentara di perbatasan, dengan beberapa pihak menuduhnya merencanakan serangan.
Klaim ini telah berulang kali dibantah Kremlin dan diremehkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Laporan telah menyarankan sanksi akan fokus pada bank-bank Rusia dan ekspor serta impor barang-barang tertentu.
AS juga telah bekerja dengan Uni Eropa (UE) untuk mengembangkan respons multilateral yang dapat membidik industri energi.
“Kami bekerja secara intensif dengan Kongres pada undang-undang ini yang kami harapkan akan sangat selaras dengan apa yang kami bangun dengan sekutu dan mitra NATO kami,” ujar Nuland.
(sya)
Lihat Juga :