Terungkap, 5 Kekurangan Jet Siluman F-35 AS meski Sudah Di-upgrade
Sabtu, 29 Januari 2022 - 07:58 WIB
loading...
A
A
A
Jet tempur canggih dan mahal buatan Lockheed Martin itu sangat bergantung pada perangkat lunak onboard yang mencakup lebih dari delapan juta baris kode.
"Upgrade tidak mematuhi praktik terbaik yang dipublikasikan dan secara konsisten gagal memberikan kemampuan yang terkandung dalam jadwal induk mereka," imbuh bocoran laporan penilaian itu.
Upgrade ini dirancang untuk menyediakan jet tempur F-35 dengan kemampuan baru dan meningkatkan daya komputasi serta memori mereka. Seharusnya juga memungkinkan jet-jet tempur tersebut untuk membawa jenis amunisi baru, seperti rudal udara-ke-udara AIM-9X Block II, amunisi Small Diameter Bomb II segala cuaca atau rudal AARGM-ER pembunuh radar, dan bahkan bom nuklir B-61.
"Namun, proses baru sering menimbulkan masalah stabilitas dan/atau memengaruhi fungsi lain, seperti yang ditemukan oleh unit militer aktif yang sering melaporkan kekurangan perang yang kritis," imbuh bocoran dokumen itu.
Laporan tersebut menyalahkan banyak masalah pada pendanaan yang tidak memadai, yang mengakibatkan pengujian yang tidak cukup komprehensif untuk memastikan kekurangan yang tidak disengaja tidak tertanam dalam perangkat lunak sebelum pengiriman.
Biaya upgrade, menurut laporan Bloomberg, telah mencapai USD14 miliar.
"Upgrade tidak mematuhi praktik terbaik yang dipublikasikan dan secara konsisten gagal memberikan kemampuan yang terkandung dalam jadwal induk mereka," imbuh bocoran laporan penilaian itu.
Upgrade ini dirancang untuk menyediakan jet tempur F-35 dengan kemampuan baru dan meningkatkan daya komputasi serta memori mereka. Seharusnya juga memungkinkan jet-jet tempur tersebut untuk membawa jenis amunisi baru, seperti rudal udara-ke-udara AIM-9X Block II, amunisi Small Diameter Bomb II segala cuaca atau rudal AARGM-ER pembunuh radar, dan bahkan bom nuklir B-61.
"Namun, proses baru sering menimbulkan masalah stabilitas dan/atau memengaruhi fungsi lain, seperti yang ditemukan oleh unit militer aktif yang sering melaporkan kekurangan perang yang kritis," imbuh bocoran dokumen itu.
Laporan tersebut menyalahkan banyak masalah pada pendanaan yang tidak memadai, yang mengakibatkan pengujian yang tidak cukup komprehensif untuk memastikan kekurangan yang tidak disengaja tidak tertanam dalam perangkat lunak sebelum pengiriman.
Biaya upgrade, menurut laporan Bloomberg, telah mencapai USD14 miliar.
Lihat Juga :