China Tak Minat Pungut Jet Siluman F-35 AS di Laut China Selatan, Pakar Meragukannya

Jum'at, 28 Januari 2022 - 16:32 WIB
loading...
A A A
“Saya kira 20-60 hari, tergantung pada cuaca, arus, kondisi bawah laut, dan aktivitas RRC (China),” ujarnya.

“Dalam kondisi ideal, Anda melihat 10-20 hari dari menemukan hingga mengangkat. Arus bawah laut yang kuat dan tidak terduga, cuaca buruk dan tantangan lain atau gangguan pekerjaan menambah waktu. Lebih buruk lagi, 90-120 hari, jika musim hujan datang,” katanya kepada RFA.

“AS telah menunjukkan kemampuan untuk memulihkan pesawat dari kedalaman 15.000 kaki (4.572 meter) dan titik terdalam Laut China Selatan adalah 16.000 kaki (4.876 meter). Jadi, tantangannya adalah menemukannya, lalu mengirim peralatan untuk mengangkatnya dari bawah dan membawanya ke permukaan,” jelas Schuster.

“China akan mengawasi dalam hal apa pun, untuk mempelajari apa yang mereka bisa; tentang pesawat mungkin tapi pasti tentang bagaimana memulihkan pesawat seberat 70.000 pon (35 ton) dari beberapa ribu kaki.”

Dari Beijing, argumennya lebih meremehkan.

“Insiden ini hanyalah yang terbaru dari serangkaian kecelakaan yang hanya menimbulkan lebih banyak pertanyaan tentang kesiapan militer AS,” kata Mok.

Juru bicara Armada ke-7, Hayley Sims, mengatakan kepada surat kabar militer AS; Stars and Stripes, pada hari Rabu bahwa Angkatan Laut AS saat ini sedang menyelidiki kecelakaan F-35C bersama dengan empat kecelakaan "Kelas A" serius lainnya yang melibatkan pesawat yang ditugaskan ke kapal induk USS Carl Vinson yang terjadi antara 22 November dan 31 Desember.

Menurut Angkatan Laut AS, "Kecelakaan Kelas A" adalah insiden yang melibatkan hilangnya nyawa atau cacat permanen, atau hilangnya pesawat atau kerusakan properti sebesar USD2,5 juta atau lebih.

Kelima insiden tersebut, lanjut Sims, masih dalam penyelidikan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Berita Terkini
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved