Khawatir Ancaman Rudal Korut, Korsel-AS Latihan Sistem Anti-Rudal
Kamis, 11 Juni 2020 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga mengatakan latihan itu sangat penting dalam meningkatkan kemampuan pertahanan rudal Korea Selatan menjelang pengambilalihan kontrol operasi perang (OPCON) dari Amerika Serikat.
"Ini sangat terkait dengan transisi OPCON. Ini untuk mengamankan kemampuan utama militer kita terkait dengan transfer OPCON," katanya. (Baca juga: Rezim Kim Jong-un Jengkel AS Ikut Campur Urusan Korut-Korsel )
Korea Selatan dan AS telah bekerja untuk transfer OPCON. Kondisi yang diperlukan untuk dibuat sebelum transfer OPCON adalah kemampuan Korea Selatan untuk memimpin mekanisme pertahanan gabungan sekutu, kapasitasnya untuk respons awal terhadap ancaman rudal dan senjata nuklir Korea Utara, dan lingkungan keamanan yang stabil di semenanjung dan di wilayah tersebut.
Korea Selatan memiliki sistem Pertahanan Udara dan Rudal Korea (KAMD) sendiri sebagai bagian dari skema dasar untuk melawan ancaman senjata nuklir dan rudal Korea Utara.
Sedangkan Korea Utara terus memperkuat kemampuan misilnya di tengah perundingan denuklirisasi dengan Amerika Serikat yang telah terhenti. Tahun lalu, rezim Pyongyang yang dipimpin Kim Jong-un itu memamerkan beberapa jenis baru rudal balistik jarak pendek, termasuk versi Iskander Rusia.
"Ini sangat terkait dengan transisi OPCON. Ini untuk mengamankan kemampuan utama militer kita terkait dengan transfer OPCON," katanya. (Baca juga: Rezim Kim Jong-un Jengkel AS Ikut Campur Urusan Korut-Korsel )
Korea Selatan dan AS telah bekerja untuk transfer OPCON. Kondisi yang diperlukan untuk dibuat sebelum transfer OPCON adalah kemampuan Korea Selatan untuk memimpin mekanisme pertahanan gabungan sekutu, kapasitasnya untuk respons awal terhadap ancaman rudal dan senjata nuklir Korea Utara, dan lingkungan keamanan yang stabil di semenanjung dan di wilayah tersebut.
Korea Selatan memiliki sistem Pertahanan Udara dan Rudal Korea (KAMD) sendiri sebagai bagian dari skema dasar untuk melawan ancaman senjata nuklir dan rudal Korea Utara.
Sedangkan Korea Utara terus memperkuat kemampuan misilnya di tengah perundingan denuklirisasi dengan Amerika Serikat yang telah terhenti. Tahun lalu, rezim Pyongyang yang dipimpin Kim Jong-un itu memamerkan beberapa jenis baru rudal balistik jarak pendek, termasuk versi Iskander Rusia.
(mas)
Lihat Juga :