Pemimpin Hindu Serukan Genosida Muslim India, Mengapa PM Modi Diam?

Kamis, 20 Januari 2022 - 14:47 WIB
loading...
A A A
Acara Delhi diselenggarakan 19 Desember oleh Hindu Yuva Vahini, sebuah kelompok pemuda sayap kanan yang didirikan oleh Yogi Adityanath, seorang anggota BJP dan sekutu dekat Modi yang merupakan menteri utama negara bagian Uttar Pradesh.

Di Haridwar, hadirin termasuk Ashwini Upadhyay, mantan juru bicara BJP Delhi dan anggota partai saat ini.

Dalam video yang dibagikan di Twitter, Upadhyay mengatakan dia berada di acara tersebut selama setengah jam pada hari terakhir dan berbicara selama 10 menit. Adityanath tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

“Fakta bahwa perdana menteri belum berbicara menentangnya, itu adalah bentuk penolakan, bentuk izin untuk melanjutkan jenis ekstremisme agama ini,” kata Gregory H. Stanton, presiden Genocide Watch, sebuah organisasi nirlaba berbasis di Amerika Serikat (AS) seperti dikutip dari NBC News, Kamis (20/1/2022).

Pemimpin BJP Shant Prakash Jatav mengatakan kepada NBC News bahwa partai akan memastikan rasa hormat terhadap orang-orang dari semua agama.

“Jika dan ketika seseorang berbicara menentang suatu agama, maka ada hukum dan ketertiban yang tepat untuk menentangnya, dan tindakan hukum akan diambil,” katanya.

Rakendra Singh, seorang petugas polisi di Haridwar, mengatakan pada 6 Januari bahwa dua orang yang berbicara pada acara tersebut di sana, Annapurna Maa dan Jitendra Narayan Singh Tyagi, telah dipanggil untuk memberikan pernyataan atas kecurigaan memprovokasi kerusuhan.

Maa dan Tyagi, seorang pemeluk agama Hindu baru-baru ini yang sebelumnya dikenal sebagai Wasim Rizvi, tidak menanggapi permintaan komentar.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Helikopter Tempur Apache...
Helikopter Tempur Apache AS Jatuh Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Rekomendasi
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Berita Terkini
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Infografis
Ibu Emir Qatar Tampar...
Ibu Emir Qatar Tampar Dunia karena Diam Lihat Genosida Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved