Sosok Farideh Moradkhani, Keponakan Ayatollah Khamenei yang Ditangkap Iran
Kamis, 20 Januari 2022 - 14:16 WIB
loading...
A
A
A
Di negaranya, Farideh Moradkhani dikenal karena aktivisme menentang hukuman mati. Dia juga mengampanyekan kebebasan sipil di negara di mana pamannya; Ayatollah Ali Khamenei, menjadi penguasa de facto.
Farideh Moradkhani memperkenalkan dirinya sebagai insinyur listrik dan aktivis hak asasi manusia (HAM) di Instagram. Di media sosial itulah dia dia mecurahkan pandangannya tentang tahanan politik di Iran.
Sumber di oposisi Iran di pengasingan mengatakan kepada The Telegraph bahwa penangkapan Farideh Moradkhani mungkin didasarkan pada pernyataan yang dia buat Oktober lalu selama acara online, di mana dia memuji mantan bangsawan Iran, yang digulingkan dalam revolusi 1979.
Dia menyebut Ratu Farah Diba, janda Syah terakhir yang saat itu merayakan ulang tahunnya sebagai “ibu bangsa”.
Farideh Moradkhani adalah putri ulama Syiah, Ali Tehrani, yang telah membawa keluarganya ke pengasingan di Irak pada tahun 1985.
Ali Tehrani memprotes eksekusi massal di Iran setelah perang Iran-Irak tahun 1980-an. Dia kembali ke Iran pada 1995 di mana dia menjalani hukuman penjara selama 20 tahun atas tuduhan berkolaborasi dengan Baghdad selama perang 1980-1988.
Farideh Moradkhani memperkenalkan dirinya sebagai insinyur listrik dan aktivis hak asasi manusia (HAM) di Instagram. Di media sosial itulah dia dia mecurahkan pandangannya tentang tahanan politik di Iran.
Sumber di oposisi Iran di pengasingan mengatakan kepada The Telegraph bahwa penangkapan Farideh Moradkhani mungkin didasarkan pada pernyataan yang dia buat Oktober lalu selama acara online, di mana dia memuji mantan bangsawan Iran, yang digulingkan dalam revolusi 1979.
Dia menyebut Ratu Farah Diba, janda Syah terakhir yang saat itu merayakan ulang tahunnya sebagai “ibu bangsa”.
Farideh Moradkhani adalah putri ulama Syiah, Ali Tehrani, yang telah membawa keluarganya ke pengasingan di Irak pada tahun 1985.
Ali Tehrani memprotes eksekusi massal di Iran setelah perang Iran-Irak tahun 1980-an. Dia kembali ke Iran pada 1995 di mana dia menjalani hukuman penjara selama 20 tahun atas tuduhan berkolaborasi dengan Baghdad selama perang 1980-1988.
Lihat Juga :