Penyandera Texas Tuntut Pembebasan Lady Al-Qaeda, Siapa Dia?
Minggu, 16 Januari 2022 - 08:58 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dakwaan federal, Siddiqui ditahan untuk diinterogasi oleh Polisi Nasional Afghanistan pada 2008, yang mengatakan bahwa mereka menemukan catatan tulisan tangan yang mengacu pada potensi target dari "serangan dengan korban massal."
Baca juga: BREAKING NEWS-Penyanderaan di Sinagoga Texas, Tim SWAT Dikerahkan
Ketika sekelompok penyelidik Amerika berusaha untuk berbicara dengannya, jaksa mengatakan dia mengambil senapan tentara AS dan melepaskan tembakan ke tim interogasi, meskipun tidak ada yang terkena tembakan. Di persidangan, salah satu pria di ruangan itu bersaksi bahwa dia adalah "memiliki pandangan kebencian," menurut catatan pengadilan.
Saat menjatuhkan hukuman, hakim memasukkan tindakan terorisme terhadap kejahatannya. Hakim mengutip pernyataan yang dia buat dan menyimpulkan menunjukkan tindakan serta niatnya untuk membalas terhadap pemerintah Amerika Serikat, termasuk "Saya benci orang Amerika" dan "Matilah Amerika."
Pembela Siddiqui berpendapat bahwa dia tidak kompeten untuk diadili, tetapi Siddiqui berulang kali terlibat perselisihan dengan pengacaranya.
“Jika ada yang berpikir bahwa itu adalah paranoia saya atau apa pun, saya tidak paranoid. Saya tidak sakit jiwa. Saya tidak setuju dengan itu,” ujarnya memberi tahu hakim saat menjatuhkan hukuman.
Baca juga: Penyandera di Sinagoga Texas Tuntut Pembebasan Lady Al-Qaeda
Baca juga: BREAKING NEWS-Penyanderaan di Sinagoga Texas, Tim SWAT Dikerahkan
Ketika sekelompok penyelidik Amerika berusaha untuk berbicara dengannya, jaksa mengatakan dia mengambil senapan tentara AS dan melepaskan tembakan ke tim interogasi, meskipun tidak ada yang terkena tembakan. Di persidangan, salah satu pria di ruangan itu bersaksi bahwa dia adalah "memiliki pandangan kebencian," menurut catatan pengadilan.
Saat menjatuhkan hukuman, hakim memasukkan tindakan terorisme terhadap kejahatannya. Hakim mengutip pernyataan yang dia buat dan menyimpulkan menunjukkan tindakan serta niatnya untuk membalas terhadap pemerintah Amerika Serikat, termasuk "Saya benci orang Amerika" dan "Matilah Amerika."
Pembela Siddiqui berpendapat bahwa dia tidak kompeten untuk diadili, tetapi Siddiqui berulang kali terlibat perselisihan dengan pengacaranya.
“Jika ada yang berpikir bahwa itu adalah paranoia saya atau apa pun, saya tidak paranoid. Saya tidak sakit jiwa. Saya tidak setuju dengan itu,” ujarnya memberi tahu hakim saat menjatuhkan hukuman.
Baca juga: Penyandera di Sinagoga Texas Tuntut Pembebasan Lady Al-Qaeda
Lihat Juga :