Taliban Hadiri KTT Organisasi Kerja Sama Islam, Puji Peran Arab Saudi

Kamis, 13 Januari 2022 - 08:04 WIB
loading...
Taliban Hadiri KTT Organisasi...
Duta Besar Afghanistan untuk Pakistan Sardar Ahmed Khan Shakib. Foto/arab news
A A A
ISLAMABAD - Utusan Afghanistan untuk Pakistan memuji Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang bekerja untuk menghubungkan negara itu dengan dunia luar.Dia juga memuji Arab Saudi atas bantuan kemanusiaannya yang penting.

Afghanistan telah menghadapi bencana kemanusiaan sejak Taliban mengambil alih kendali pada pertengahan Agustus.

Situasi itu mendorong Amerika Serikat (AS) dan negara-negara donor lainnya menghentikan bantuan keuangan dan mengisolasi negara itu dari sistem keuangan global.

Baca juga: Taliban Kirim Pasukan Elit di Perbatasan, Pakistan Terus Bangun Pagar

Penangguhan tiba-tiba bantuan dan akses ke perbankan telah menyebabkan hampir 23 juta warga Afghanistan menghadapi tingkat kelaparan yang ekstrem dan 9 juta berisiko kelaparan, menurut badan-badan PBB.

Baca juga: Muhammad Saleh Benten, Menteri Arab Saudi Keturunan Indonesia

Pada 19 Desember, OKI mengadakan sidang luar biasa Dewan Menteri Luar Negeri ke-17 di Islamabad.

Baca juga: ABK Indonesia Disandera Houthi di Yaman, Uni Emirat Arab Lapor PBB

Pertemuan yang diagendakan Arab Saudi tersebut berfokus pada krisis ekonomi di Afghanistan dan juga dihadiri delegasi dari Uni Eropa (UE), dan kelompok P5+1 Dewan Keamanan PBB yang terdiri dari AS, Inggris, Prancis, Rusia, China, dan Jerman.

Pada kesimpulan KTT, negara-negara anggota OKI sepakat membentuk dana perwalian kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan, menunjuk utusan khusus, dan bekerja sama dengan PBB di negara yang dilanda perang itu.

“Itu (pertemuan OKI) adalah saluran untuk menghubungkan Afghanistan dengan dunia,” ungkap Duta Besar Afghanistan untuk Pakistan Sardar Ahmed Khan Shakib mengatakan kepada Arab News awal pekan ini, dalam wawancara media pertamanya sejak menjabat.

Dia menambahkan, “Melalui konferensi OKI, kami mampu menunjukkan kepada dunia gambaran sebenarnya dari situasi di Afghanistan.”

Shakib menambahkan Arab Saudi telah menjadi penyumbang bantuan paling dermawan di antara negara-negara anggota OKI lainnya.

Selama sesi OKI di Islamabad, Arab Saudi menjanjikan bantuan sebesar USD266 juta untuk dana OKI bagi Afghanistan.

Arab Saudi juga telah mengirimkan bantuan langsung melalui Pusat Bantuan dan Bantuan Kemanusiaan Raja Salman untuk membantu warga Afghanistan di tengah krisis ekonomi.

“Arab Saudi sangat kooperatif dan telah membantu warga Afghanistan lebih dari negara anggota OKI lainnya,” papar dia.

“Enam pesawat penuh paket bantuan kemanusiaan dari Arab Saudi, termasuk pakaian, dan makanan telah mencapai warga Afghanistan yang membutuhkan,” ujar dia.

Konvoi barang KSrelief juga dikirim ke Afghanistan melalui jalur darat dari Pakistan.

Pakistan juga telah mengumumkan paket bantuan medis, makanan, dan kemanusiaan senilai USD28,4 juta untuk tetangganya yang terkurung daratan.

“Pemerintah Pakistan dan organisasi lainnya, termasuk pedagang dan anggota masyarakat, juga telah mengirimkan bantuan dan masih berusaha sepenuhnya mendukung rakyat Afghanistan,” papar Shakib.

Dia menambahkan bahwa 2.000 ton gandum dari Pakistan telah tiba di Afghanistan dan menyatakan harapan bahwa negara-negara lain yang telah menjanjikan bantuan akan memenuhi janji mereka.

“Beberapa bantuan telah sampai dan didistribusikan di antara warga Afghanistan. Tapi itu masih belum cukup,” ujar dia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved