164 Tewas dalam Demonstrasi Berdarah di Kazakhstan
Minggu, 09 Januari 2022 - 22:49 WIB
loading...
A
A
A
Kementerian sebelumnya melaporkan lebih dari 2.200 orang mencari perawatan untuk cedera akibat protes, dan Kementerian Dalam Negeri mengatakan sekitar 1.300 petugas keamanan terluka.
Sementara itu, kantor presiden Kazakhstan mengatakan bahwa sekitar 5.800 orang ditahan oleh polisi selama protes yang berkembang menjadi kekerasan pekan lalu dan mendorong aliansi militer pimpinan Rusia untuk mengirim pasukan ke negara itu.
Baca juga: Lebih dari 5.000 Orang Ditangkap dalam Kerusuhan Kazakhstan
Kantor Presiden Kassym-Jomart Tokayev mengatakan bahwa ketertiban telah stabil di negara itu dan bahwa pihak berwenang telah mendapatkan kembali kendali atas gedung-gedung administrasi yang diduduki oleh pengunjuk rasa, beberapa di antaranya dibakar.
Kenaikan harga bahan bakar memicu gelombang protes paling mematikan yang pernah terjadi di bekas republik Soviet itu dalam beberapa dasawarsa. Namun protes dengan cepat berkembang dalam lingkup yang mencakup serangkaian keluhan ekonomi dan politik.
Tokayev berpendapat aksi demonstrasi itu dipicu oleh "teroris" dengan dukungan asing, meskipun protes tersebut tidak menunjukkan pemimpin atau organisasi yang jelas. Pernyataan dari kantornya pada hari Minggu mengatakan penahanan termasuk "sejumlah besar warga negara asing," tetapi tidak memberikan rincian.
Sementara itu, kantor presiden Kazakhstan mengatakan bahwa sekitar 5.800 orang ditahan oleh polisi selama protes yang berkembang menjadi kekerasan pekan lalu dan mendorong aliansi militer pimpinan Rusia untuk mengirim pasukan ke negara itu.
Baca juga: Lebih dari 5.000 Orang Ditangkap dalam Kerusuhan Kazakhstan
Kantor Presiden Kassym-Jomart Tokayev mengatakan bahwa ketertiban telah stabil di negara itu dan bahwa pihak berwenang telah mendapatkan kembali kendali atas gedung-gedung administrasi yang diduduki oleh pengunjuk rasa, beberapa di antaranya dibakar.
Kenaikan harga bahan bakar memicu gelombang protes paling mematikan yang pernah terjadi di bekas republik Soviet itu dalam beberapa dasawarsa. Namun protes dengan cepat berkembang dalam lingkup yang mencakup serangkaian keluhan ekonomi dan politik.
Tokayev berpendapat aksi demonstrasi itu dipicu oleh "teroris" dengan dukungan asing, meskipun protes tersebut tidak menunjukkan pemimpin atau organisasi yang jelas. Pernyataan dari kantornya pada hari Minggu mengatakan penahanan termasuk "sejumlah besar warga negara asing," tetapi tidak memberikan rincian.
Lihat Juga :