Korea Selatan Tidak Percaya Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik
Jum'at, 07 Januari 2022 - 17:46 WIB
loading...
Korea Selatan ragukan klaim Korut melakukan uji coba rudal hipersonik. Foto/The Guardian
A
A
A
SEOUL - Para pejabat militer Korea Selatan (Korsel) meragukan kemampuan Korea Utara (Korut) yang mengklaim telah melakukan uji coba rudal hipersonik minggu ini. Korsel mengatakan uji coba itu tampaknya mewakili kemajuan terbatas rudal balistik Pyongyang yang ada.
Pada hari Rabu, Korut meluncurkan apa yang dikatakan media pemerintahnya sebagai rudal hipersonik kedua negara itu, yang biasanya didefinisikan sebagai senjata yang setidaknya mencapai kecepatan lima kali kecepatan suara - atau sekitar 6.200 km per jam - dan dapat bermanuver di lintasan yang relatif rendah, membuatnya lebih sulit untuk dideteksi dan dicegat.
"Sementara hulu ledak rudal tampaknya mencapai kecepatan hipersonik, kemampuan itu dimiliki oleh rudal balistik lainnya dan uji coba hari Rabu tampaknya tidak menunjukkan jangkauan dan kemampuan manuver yang diklaim dalam laporan media pemerintah," kata seorang pejabat militer Korsel kepada wartawan seperti dikutip dari US News, Jumat (7/1/2022).
Korsel menilai bahwa proyektil itu terbang kurang dari 700 km yang diklaim oleh Korut dan menunjukkan kemampuan manuver "lateral" yang kurang dari yang dilaporkan, pejabat itu menambahkan.
Pada hari Rabu, Korut meluncurkan apa yang dikatakan media pemerintahnya sebagai rudal hipersonik kedua negara itu, yang biasanya didefinisikan sebagai senjata yang setidaknya mencapai kecepatan lima kali kecepatan suara - atau sekitar 6.200 km per jam - dan dapat bermanuver di lintasan yang relatif rendah, membuatnya lebih sulit untuk dideteksi dan dicegat.
"Sementara hulu ledak rudal tampaknya mencapai kecepatan hipersonik, kemampuan itu dimiliki oleh rudal balistik lainnya dan uji coba hari Rabu tampaknya tidak menunjukkan jangkauan dan kemampuan manuver yang diklaim dalam laporan media pemerintah," kata seorang pejabat militer Korsel kepada wartawan seperti dikutip dari US News, Jumat (7/1/2022).
Korsel menilai bahwa proyektil itu terbang kurang dari 700 km yang diklaim oleh Korut dan menunjukkan kemampuan manuver "lateral" yang kurang dari yang dilaporkan, pejabat itu menambahkan.
Lihat Juga :