Peringati Serangan Gedung Capitol, Biden Sebut Trump Ancaman Bagi Demokrasi

Kamis, 06 Januari 2022 - 20:33 WIB
loading...
Peringati Serangan Gedung...
Massa pendukung Donald Trump menyerbu gedung US Capitol pada 6 Januari tahun lalu. Foto/NBC News
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menuduh pendahulunya Donald Trump sebagai ancaman berkelanjutan bagi demokrasi. Ia akan menyampaikan hal itu dalam peringatan satu tahun serangan maut di Gedung US Capitol oleh para pendukung Trump.

Ribuan pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol untuk menggagalkan kemenangan Biden dalam pemilihan presiden. Jendela-jendela pecah ketika ribuan perusuh menyerbu gedung berkubah putih itu pada 6 Januari 2021, anggota parlemen dan staf melarikan diri untuk menyelamatkan hidup mereka.

“Apakah kita akan menjadi negara di mana kita mengizinkan pejabat pemilu partisan untuk membatalkan kehendak rakyat yang dinyatakan secara hukum? Apakah kita akan menjadi bangsa yang hidup bukan dalam terang kebenaran tetapi dalam bayang-bayang kebohongan?” Biden akan mengatakan hal itu, menurut kutipan pidatonya yang dirilis oleh Gedung Putih.



“Kita tidak bisa membiarkan diri kita menjadi bangsa seperti itu. Jalan ke depan adalah mengenali kebenaran dan hidup dengannya,” sambungnya seperti dilansir dari Metro.us, Kamis (6/1/2022).

Pernyataan Biden akan memulai serangkaian acara sepanjang hari yang juga akan menampilkan Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan para pemimpin legislatif lainnya, sebagian besar dari Partai Demokrat. Mereka akan menyoroti kerusakan yang tersisa dari serangan terburuk di Capitol sejak Perang 1812.

“(Komentar Biden) dengan mata jernih tentang ancaman yang diwakili mantan presiden terhadap demokrasi kita dan bagaimana mantan presiden terus-menerus bekerja untuk terus-menerus merusak nilai-nilai dasar Amerika dan supremasi hukum,” kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
YouTuber Korea Korban...
YouTuber Korea Korban Rasis Dapat Undangan Istimewa FIFA
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Berita Terkini
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Infografis
Pakistan Kembangkan...
Pakistan Kembangkan Rudal Canggih Jadi Ancaman bagi AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved