Duterte: Saya Tidak Akan Pernah Meminta Maaf Atas Kematian di Perang Narkoba
Rabu, 05 Januari 2022 - 10:30 WIB
loading...
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. FOTO/Reuters
A
A
A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengaku tidak akan pernah meminta maaf atas kematian tersangka pengguna dan pengedar narkoba yang terbunuh dalam operasi polisi di bawah perang yang digagasnya melawan narkoba. Perang yang dikobarkan Duterte itu banyak dikecam kelompok hak asasi manusia.
"Saya tidak akan pernah, tidak pernah meminta maaf atas kematian itu," kata Duterte dalam pidato nasional mingguan, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (4/1/2022). "Bunuh aku, penjarakan aku, aku tidak akan pernah meminta maaf," lanjutnya.
Baca: Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte, dalam pidato nasional pertamanya tahun ini, bersumpah untuk melindungi penegak hukum yang melakukan tugas mereka. Sang presiden juga memberitahu para penegak hukum untuk melawan siapapun ketika hidup mereka dalam bahaya.
Sementara Kelompok hak asasi manusia dan kritikus mengatakan, penegak hukum telah mengeksekusi tersangka narkoba. Namun, polisi mengatakan, mereka yang terbunuh adalah pelaku bersenjata dan dengan keras menolak penangkapan.
"Saya tidak akan pernah, tidak pernah meminta maaf atas kematian itu," kata Duterte dalam pidato nasional mingguan, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (4/1/2022). "Bunuh aku, penjarakan aku, aku tidak akan pernah meminta maaf," lanjutnya.
Baca: Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte, dalam pidato nasional pertamanya tahun ini, bersumpah untuk melindungi penegak hukum yang melakukan tugas mereka. Sang presiden juga memberitahu para penegak hukum untuk melawan siapapun ketika hidup mereka dalam bahaya.
Sementara Kelompok hak asasi manusia dan kritikus mengatakan, penegak hukum telah mengeksekusi tersangka narkoba. Namun, polisi mengatakan, mereka yang terbunuh adalah pelaku bersenjata dan dengan keras menolak penangkapan.
Lihat Juga :