AS Depak Ethiopia, Mali, dan Guinea dari Pakta Perdagangan
Minggu, 02 Januari 2022 - 16:21 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan itu juga menyuarakan keprihatinan tentang "pelanggaran berat hak asasi manusia yang diakui secara internasional yang dilakukan oleh pemerintah Ethiopia dan pihak lain di tengah konflik yang meluas di Ethiopia utara".
Baca: Putin Tegaskan China Segera Mengakhiri Dominasi Amerika Serikat
"Setiap negara memiliki tolok ukur yang jelas untuk jalur menuju pemulihan dan pemerintah akan bekerja dengan pemerintah mereka untuk mencapai tujuan itu," kata USTR.
Berdasarkan perjanjian AGOA, ribuan produk Afrika dapat memperoleh manfaat dari pengurangan pajak impor, dengan syarat terpenuhinya persyaratan terkait hak asasi manusia, tata kelola yang baik, dan perlindungan pekerja, serta tidak menerapkan larangan bea cukai atas produk Amerika di wilayah mereka.
Pada tahun 2020, 38 negara memenuhi syarat untuk AGOA, menurut situs web USTR. Perjanjian tersebut dimodernisasi pada tahun 2015 oleh Kongres AS, yang juga memperpanjang program tersebut hingga tahun 2025.
Baca: Putin Tegaskan China Segera Mengakhiri Dominasi Amerika Serikat
"Setiap negara memiliki tolok ukur yang jelas untuk jalur menuju pemulihan dan pemerintah akan bekerja dengan pemerintah mereka untuk mencapai tujuan itu," kata USTR.
Berdasarkan perjanjian AGOA, ribuan produk Afrika dapat memperoleh manfaat dari pengurangan pajak impor, dengan syarat terpenuhinya persyaratan terkait hak asasi manusia, tata kelola yang baik, dan perlindungan pekerja, serta tidak menerapkan larangan bea cukai atas produk Amerika di wilayah mereka.
Pada tahun 2020, 38 negara memenuhi syarat untuk AGOA, menurut situs web USTR. Perjanjian tersebut dimodernisasi pada tahun 2015 oleh Kongres AS, yang juga memperpanjang program tersebut hingga tahun 2025.
(esn)
Lihat Juga :