Iran Bangun Kapal Induk Palsu Amerika Serikat untuk Diserang

Rabu, 10 Juni 2020 - 07:57 WIB
loading...
Iran Bangun Kapal Induk...
Replika kapal induk Amerika Serikat yang sengaja dibangun Iran untuk jadi target tembak dalam latihan militernya. Foto/Maxar Technologies via AP/Fox News
A A A
TEHERAN - Iran telah membangun versi palsu dari kapal induk Amerika Serikat (AS) di lepas pantai Teluk Persia. Replika kapal itu akan digunakan sebagai target serangan dalam latihan militer Teheran.

Mock-up kapal yang dibangun secara sekilas mirip salah satu kapal induk kelas Nimitz yang dikerahkan oleh Angkatan Laut AS di dekat Selat Hormuz dan ke Teluk Persia atau Teluk Arab.

Namun, versi yang dibangun Iran lebih kecil daripada yang asli. Panjangnya sekitar 200 meter dan lebar 50 meter, sedangkan panjang kapal induk kelas Nimitz lebih dari 300 meter dan lebarnya 75 meter.

Menurut citra satelit yang diambil Maxar Technologies, replika kapal raksasa itu membawa mock-up 16 unit jet tempur di geladaknya.

Kapal palsu mengambang di sebuah pelabuhan di selatan Bandar Abbas. Penampilannya mengisyaratkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sedang mempersiapkan aksi serupa yang dilakukan pada Februari 2015, di mana kala itu IRGC menyerang replika kapal induk Amerika. (Baca: 11 Kapal Iran Kepung Beberapa Kapal Perang AS dalam Jarak 9 Meter )

Replika kali ini menyerupai kapal palsu yang digunakan dalam latihan militer yang bernama Great Prophet 9 (Nabi Besar 9), ketika speedboat menembakkan senapan mesin dan roket menyerbu kapal palsu—yang sebenarnya adalah sebuah tongkang mengambang. Rudal surface-to-sae kemudian menghancurkan replika.

"Kapal induk Amerika adalah depot amunisi besar yang menampung banyak rudal, roket, torpedo, dan lainnya," kata mantan kepala Angkatan Laut IRGC Laksamana Ali Fadavi pada saat itu.

Dr Theodore Karasik dari Gulf State Analytics di Washington mengatakan kepada Arab News, yang dilansir Rabu (10/6/2020); "(Apabila) Iran menyerang kelompok (tempur) kapal induk nyata akan mengarah pada eskalasi, yang semua pihak di wilayah tersebut sadari sepenuhnya. Latihan perang dari latihan Angkatan Laut IRGC 2015 menunjukkan korban tinggi untuk serangan semacam itu."

“Namun, skenario ini menunjukkan kemampuan perang asimetris Iran berbiaya rendah dan sangat efektif. Kesediaan Iran untuk mengambil risiko di lingkungan saat ini adalah pertimbangan penting mengingat bahwa ketegangannya tinggi," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
10 Fakta Menarik Argentina...
10 Fakta Menarik Argentina Kalahkan Austria di Piala Dunia 2026: Messi Alien!
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved