Diselundupkan Pakai Kapal Rusak, Malaysia Tahan 269 Warga Rohingya

Selasa, 09 Juni 2020 - 21:28 WIB
loading...
Diselundupkan Pakai...
Malaysia menahan 269 pengungsi Rohingya dan menemukan mayat wanita disebuah kapal. Foto/Ilustrasi
A A A
KUALA LUMPUR - Malaysia menahan 269 pengungsi Rohingya dan menemukan mayat di sebuah kapal yang diduga kapal penyelundup. Kapal tersebut dikatakan sengaja dirusak sehingga tidak dikembalikan ke laut.

Pihak otoritas Malaysia tidak mengungkapkan berapa lama para pengungsi Rohingya itu berada di laut dan dari mana mereka berasal.

Malaysia selama ini telah menjadi tujuan kapal-kapal yang diatur oleh para penyelundup yang menjanjikan para pengungsi kehidupan yang lebih baik di luar negeri.

"Pejabat kelautan Malaysia mencegat kapal Senin dari pulau resor utara Langkawi," Gugus Tugas Nasional Malaysai mengatakan dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari AP, Selasa (9/6/2020).

Dikatakan 53 orang yang melompat dari kapal dan mencoba berenang ke darat berhasil ditahan, sementara 216 lainnya ditahan dari kapal dan mayat seorang wanita ditemukan di atas kapal.

Para pejabat Malaysia berniat untuk mengubah haluan kapal itu, tetapi mesin kapal sengaja dirusak dan tidak bisa diperbaiki.

"Para pengungsi diberi makan dan ditempatkan di fasilitas penahanan sementara, sementara mayat telah diserahkan kepada polisi untuk diselidiki," kata pernyataan itu.

Gugus Tugas Nasional Malaysia mengatakan 396 orang yang berusaha menyelinap ke negara itu secara ilegal telah ditahan sejak Mei, bersama dengan 108 kapten kapal dan 11 tersangka penyelundup.

Dikatakan pula 22 kapal dengan sekitar 140 imigran yang mencoba memasuki daerah itu secara ilegal juga telah ditolak sejak Mei. Namun badan itu tidak memberikan detail tentang kewarganegaraan para migran.

Jumlah itu tidak termasuk kapal yang membawa sekitar 200 pengungsi Rohingya, termasuk anak-anak, yang ditolak pada bulan April karena khawatir para pengungsi dapat membawa virus Corona ke negara itu.

Lebih dari 700 kasus baru infeksi Covid-19 terjadi di pusat-pusat penahanan imigrasi Malaysia sejak bulan lalu, bertepatan dengan serangkaian penggerebekan di Kuala Lumpur di mana lebih dari 2.000 orang ditahan karena tinggal secara ilegal di negara itu.

Malaysia telah melaporkan 8.329 infeksi dan 117 kematian akibat Covid-19, dan penguncian hampir tiga bulan berakhir minggu ini dengan pembukaan kembali hampir semua sektor ekonomi.

Malaysia memiliki sekitar 2 juta pekerja migran dengan status hukum dan lebih dari 2 juta ilegal. Selain itu, sekitar 180 ribu pengungsi dan pencari suaka - termasuk 101.000 warga Rohingya - terdaftar di badan pengungsi PBB.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Pengadilan Kriminal...
Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte
Rekomendasi
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved