Senator AS: China Bantu Arab Saudi Produksi Rudal Sangat Mengkhawatirkan
Sabtu, 25 Desember 2021 - 03:38 WIB
loading...
A
A
A
"Kongres harus mengesahkan Undang-Undang WMD [Weapons of Mass Destruction] Saudi saya untuk mencegah program senjata ilegal Saudi yang dapat memicu perlombaan senjata di wilayah itu," lanjut Markey, seperti dikutip Newsweek, Jumat (24/12/2021).
Rancangan Undang-Undang itu diajukan kembali oleh Markey pada bulan April bersama dengan Senator Jeff Merkley, Joaquin Castro, dan Ted Lieu.
Undang-undang tersebut bertujuan untuk mengembalikan pengawasan dan mengambil langkah-langkah untuk menghalangi akses ke teknologi sensitif yang dapat membuka jalan bagi Arab Saudi untuk memperoleh senjata nuklir.
Situasi geopolitik yang tegang di Timur Tengah—sebagian besar sekarang terpecah menjadi dua blok yang dipimpin oleh Iran di satu sisi, dan kemitraan AS-Saudi-Israel di sisi lain—mendorong perlombaan senjata baru.
Pasukan proksi Iran di Irak, Yaman, Suriah, dan Lebanon dipersenjatai dan didanai oleh Teheran, yang juga terus maju dengan pengembangan rudal balistiknya sendiri meskipun ada protes internasional.
Iran telah memperluas program nuklirnya sejak mantan Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015 pada tahun 2018 lalu dengan dukungan Israel dan Arab Saudi.
Rancangan Undang-Undang itu diajukan kembali oleh Markey pada bulan April bersama dengan Senator Jeff Merkley, Joaquin Castro, dan Ted Lieu.
Undang-undang tersebut bertujuan untuk mengembalikan pengawasan dan mengambil langkah-langkah untuk menghalangi akses ke teknologi sensitif yang dapat membuka jalan bagi Arab Saudi untuk memperoleh senjata nuklir.
Situasi geopolitik yang tegang di Timur Tengah—sebagian besar sekarang terpecah menjadi dua blok yang dipimpin oleh Iran di satu sisi, dan kemitraan AS-Saudi-Israel di sisi lain—mendorong perlombaan senjata baru.
Pasukan proksi Iran di Irak, Yaman, Suriah, dan Lebanon dipersenjatai dan didanai oleh Teheran, yang juga terus maju dengan pengembangan rudal balistiknya sendiri meskipun ada protes internasional.
Iran telah memperluas program nuklirnya sejak mantan Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015 pada tahun 2018 lalu dengan dukungan Israel dan Arab Saudi.
Lihat Juga :