Pesta Musik Spektakuler Arab Saudi Pikat 732.000 Penonton: Kami Haus Hiburan dan Tawa
Rabu, 22 Desember 2021 - 00:20 WIB
loading...
A
A
A
Festival ini, sejak diluncurkan pada tahun 2019, selalu memikat kerumunan besar. Kebanyakan dari mereka pria dan wanita muda, yang dapat dengan bebas berbaur dan menari mengikuti musik Barat.
"Kami belum pernah melihat yang seperti ini di Riyadh sebelumnya—keramaian, musik, ruang VIP, pakaian yang tidak biasa untuk kerajaan," seorang wanita Arab Saudi, yang menghadiri festival tersebut, tanpa menyebutkan namanya kepada AFP.
Baca juga: Pangeran Arab Saudi Hadiahkan Mobil Baru ke Pria yang Kendaraannya Mogok di Jalan
Kebangkitan penguasa de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pada 2017 telah mengantarkan sejumlah reformasi.
Pergeseran sosial terjadi di negara Teluk yang konservatif tersebut, termasuk pencabutan larangan mengemudi bagi perempuan dan mengizinkan konser campuran gender dan acara lainnya.
Kritikus dan kelompok HAM mengatakan kerajaan menggunakan acara olahraga dan hiburan besar untuk menutupi catatan HAM yang buruk, termasuk pembunuhan terhadap jurnalis pembangkang Jamal Khashoggi pada 2018.
Bulan lalu, bintang pop Kanada Justin Bieber terjebak di garis bidik karena tampil selama Grand Prix di Arab Saudi, di mana Human Rights Watch (HRW) mengatakan bahwa kerajaan menggunakan acara olahraga untuk mengalihkan perhatian dari pelanggaran HAM yang meluas.
"Kami belum pernah melihat yang seperti ini di Riyadh sebelumnya—keramaian, musik, ruang VIP, pakaian yang tidak biasa untuk kerajaan," seorang wanita Arab Saudi, yang menghadiri festival tersebut, tanpa menyebutkan namanya kepada AFP.
Baca juga: Pangeran Arab Saudi Hadiahkan Mobil Baru ke Pria yang Kendaraannya Mogok di Jalan
Kebangkitan penguasa de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pada 2017 telah mengantarkan sejumlah reformasi.
Pergeseran sosial terjadi di negara Teluk yang konservatif tersebut, termasuk pencabutan larangan mengemudi bagi perempuan dan mengizinkan konser campuran gender dan acara lainnya.
Kritikus dan kelompok HAM mengatakan kerajaan menggunakan acara olahraga dan hiburan besar untuk menutupi catatan HAM yang buruk, termasuk pembunuhan terhadap jurnalis pembangkang Jamal Khashoggi pada 2018.
Bulan lalu, bintang pop Kanada Justin Bieber terjebak di garis bidik karena tampil selama Grand Prix di Arab Saudi, di mana Human Rights Watch (HRW) mengatakan bahwa kerajaan menggunakan acara olahraga untuk mengalihkan perhatian dari pelanggaran HAM yang meluas.
Lihat Juga :