Rusia Pontang-panting Hubungkan Perbankan Afghanistan ke Sistem Global

Jum'at, 17 Desember 2021 - 19:11 WIB
loading...
A A A
“Barat takut akan arus migrasi. Dan kami memberi tahu mereka, sebagai akibat dari kebijakan Anda, sebagai akibat dari hambatan yang Anda ciptakan ketika bahkan struktur PBB tidak dapat mengirim uang (karena pemutusan bank-bank Afghanistan dari pembayaran SWIFT), pada akhirnya, Anda bisa mendapatkan situasi, ketika setidaknya sepersepuluh dari 23 juta penduduk Afghanistan melarikan diri ke Eropa musim dingin ini," papar Kabulov.

Diplomat itu menyerukan agar aset Afghanistan tersedia lagi sehingga tidak perlu ratusan ribu keluarga Afghanistan meninggalkan negara itu.

"Kita perlu membantu mereka agar mereka tidak mencoba menerobos semua perbatasan di mana mereka dirampok, untuk masuk ke Eropa, karena bagaimanapun mereka akan menerobos," tutur dia.

“Negara-negara Barat yang dipimpin Amerika Serikat harus memikul tanggung jawab keuangan penuh atas situasi di Afghanistan, dan prioritas Moskow dalam hal ini adalah bantuan kemanusiaan,” ungkap Kabulov.

"Tentu saja kami bisa, jika Presiden (Rusia Vladimir Putin) memutuskan. Tapi Anda mengerti, apakah kita punya uang tambahan? Mari kita berhati-hati dengan ini. Prioritas kami adalah penyediaan bantuan kemanusiaan, persediaan makanan, penyediaan produk tertentu dan kebutuhan pokok lainnya. Hal-hal yang membuat rakyat Afghanistan dapat bertahan hidup di musim dingin ini," papar Kabulov ketika dimintai komentarnya tentang kemungkinan Moskow memberikan pinjaman ke Afghanistan.

Diplomat itu mengingat kata-kata Putin bahwa, "Mereka yang telah berada di sana selama dua puluh tahun dan membawa negara ke kondisi ini, mereka harus menanggung bagian terbesar dari tanggung jawab keuangan."
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
AS-Iran Setujui Naskah...
AS-Iran Setujui Naskah Kesepakatan Damai, MoU Diteken 19 Juni
Rekomendasi
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Kondisi Haji Bolot Mulai...
Kondisi Haji Bolot Mulai Membaik, Sudah Tak Keluhkan Sesak Napas
Berita Terkini
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved