Mengejutkan, Perusahaan Milik Anak Joe Biden Bantu China Tindas Muslim Uighur
Jum'at, 17 Desember 2021 - 08:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut catatan bisnis China putra presiden AS itu tampaknya masih memegang 10% saham ekuitas di Bohai Harvest, tetapi ada kemungkinan catatan tersebut belum diperbarui. Tiga situs web bisnis China, dijalankan oleh Baidu, Qixin, dan QCC, semuanya saat ini menunjukkan Skaneateles masih menjadi sponsor/pemegang saham dengan USD464 ribu atau sekitar Rp6,6 miliar diinvestasikan.
Baca juga: Twitter Hapus Ribuan Akun yang Jadi Media Propaganda Partai Komunis China
Bohai Harvest juga berinvestasi di Grup Tenaga Nuklir Umum China milik negara, yang masuk daftar hitam pada 2019 karena diduga berusaha memperoleh teknologi nuklir AS untuk penggunaan militer di China. Perusahaan China itu bekerja sama dengan Perusahaan Industri Penerbangan milik negara, terkena sanksi pada tahun 2021 karena perannya di kompleks industri militer China.
Tujuh perusahaan lainnya yang disebutkan oleh Departemen Keuangan pada hari Kamis termasuk Shenzhen Da-Jiang Innovations Sciences and Technologies, umumnya dikenal sebagai DJI. Departemen Keuangan menyimpulkan DJI menyediakan drone ke Biro Keamanan Publik Xinjiang, yang digunakan untuk mengawasi warga Uighur di Xinjiang.
Departemen Pertahanan AS pada bulan Juli mengatakan bahwa Pentagon percaya sistem yang diproduksi oleh DJI menimbulkan potensi ancaman terhadap keamanan nasional. Baik Secret Service dan FBI, di antara lembaga penegak hukum lainnya, telah membeli drone dari perusahaan itu baru-baru ini.
Baca juga: China Dituding Lakukan Penindasan pada Etnis Uighur di 22 Negara
Baca juga: Twitter Hapus Ribuan Akun yang Jadi Media Propaganda Partai Komunis China
Bohai Harvest juga berinvestasi di Grup Tenaga Nuklir Umum China milik negara, yang masuk daftar hitam pada 2019 karena diduga berusaha memperoleh teknologi nuklir AS untuk penggunaan militer di China. Perusahaan China itu bekerja sama dengan Perusahaan Industri Penerbangan milik negara, terkena sanksi pada tahun 2021 karena perannya di kompleks industri militer China.
Tujuh perusahaan lainnya yang disebutkan oleh Departemen Keuangan pada hari Kamis termasuk Shenzhen Da-Jiang Innovations Sciences and Technologies, umumnya dikenal sebagai DJI. Departemen Keuangan menyimpulkan DJI menyediakan drone ke Biro Keamanan Publik Xinjiang, yang digunakan untuk mengawasi warga Uighur di Xinjiang.
Departemen Pertahanan AS pada bulan Juli mengatakan bahwa Pentagon percaya sistem yang diproduksi oleh DJI menimbulkan potensi ancaman terhadap keamanan nasional. Baik Secret Service dan FBI, di antara lembaga penegak hukum lainnya, telah membeli drone dari perusahaan itu baru-baru ini.
Baca juga: China Dituding Lakukan Penindasan pada Etnis Uighur di 22 Negara
(ian)
Lihat Juga :