Riccardo Ehrman, Jurnalis yang Mendorong Runtuhnya Tembok Berlin Meninggal
Rabu, 15 Desember 2021 - 22:24 WIB
loading...
A
A
A
Para pemimpin Jerman Timur menanggapi dengan rancangan rencana untuk melonggarkan kontrol perbatasan. Rinciannya akan diberikan pada konferensi pers 9 November yang menampilkan hasil pertemuan partai komunis Jerman Timur yang berkuasa.
Schabowski belum diberitahu tentang rencana tersebut dan sampai saat itu tidak menyebutkannya. Ehrman-lah yang mengangkatnya.
"Anda menyebutkan kesalahan," katanya. "Tidakkah menurut Anda adalah kesalahan besar untuk memperkenalkan rancangan undang-undang perjalanan yang Anda umumkan beberapa hari yang lalu ini?" sambungnya.
Setelah mengotak-atik catatannya selama beberapa waktu, Schabowski menjawab dengan ragu sebelum mengumumkan: "Perjalanan pribadi ke luar negeri sekarang dapat diajukan tanpa prasyarat."
Baca juga: Setelah 16 Tahun, Jerman Akhirnya Punya Kanselir Baru
Perubahan itu seharusnya datang dalam semalam, tetapi ketika ditekan dia mengatakan kebijakan itu akan segera berlaku.
Ehrman mengatakan bertahun-tahun kemudian dia langsung mengerti apa yang akan dilakukan kata-kata Schabowski dan mengirim pesan mendesak ke markas ANSA di Roma: "Tembok itu hilang."
Schabowski belum diberitahu tentang rencana tersebut dan sampai saat itu tidak menyebutkannya. Ehrman-lah yang mengangkatnya.
"Anda menyebutkan kesalahan," katanya. "Tidakkah menurut Anda adalah kesalahan besar untuk memperkenalkan rancangan undang-undang perjalanan yang Anda umumkan beberapa hari yang lalu ini?" sambungnya.
Setelah mengotak-atik catatannya selama beberapa waktu, Schabowski menjawab dengan ragu sebelum mengumumkan: "Perjalanan pribadi ke luar negeri sekarang dapat diajukan tanpa prasyarat."
Baca juga: Setelah 16 Tahun, Jerman Akhirnya Punya Kanselir Baru
Perubahan itu seharusnya datang dalam semalam, tetapi ketika ditekan dia mengatakan kebijakan itu akan segera berlaku.
Ehrman mengatakan bertahun-tahun kemudian dia langsung mengerti apa yang akan dilakukan kata-kata Schabowski dan mengirim pesan mendesak ke markas ANSA di Roma: "Tembok itu hilang."
Lihat Juga :